Kamis, 18 April 2024
31 C
Surabaya
More
    Politik PemerintahanRommy : Prabowo-Sandi Kehilangan Ide, Adopsi Strategi Donald Trump

    Rommy : Prabowo-Sandi Kehilangan Ide, Adopsi Strategi Donald Trump

    Surabaya – Ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Romahurmuziy mengatakan pernyataan Capres Jokowi Widodo yang menyebut “Politik Genderuwo” tidak lain ditujukan kepada calon presiden (Capres) nomor urut 2 Prabow Subianto-Sandiaga Uno.

    Mengapa, karena strategi yang diterapkan berupa propaganda yang memberikan ketakutan masyarakat. Dan itu mengadopsi strategi Presiden Amerika Donald Trump. ungkap Rommy di sela sela pembekalan Caleg PPP Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (10/11/2018). Itu kritikan ke capres sebelah dan menunjukan telah kehilangan ide . tambahnya.

    Romi mengaku banyak propaganda untuk menakuti masyarakat, salah satunya adalah pernyataan prabowo Subianto bahwa Indonesia akan bubar pada 2030. Selain itu, jika nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika anjlok hingga Rp 15 ribu, maka lima bank nasional akan gulung tikar.

    Baca juga :  Hari Pertama Masuk Kerja, Pj. Gubernur Jatim : Maksimalkan Pelayanan untuk Masyarakat

    “Kita cermati pernyataan Indonesia akan bubar pada 2030. Itu kan menakut-nakuti. Kalau nanti Rupiah tembus Rp 15 ribu lima bank nasional akan kolep,” paparnya.

    Mantan sekretaris DPP PPPera kepemimpinan Surya Dharma Ali itu menyebut bahwa tidak hanya propaganda saja yang dihembuskan, tetapi kebohongan. Seperti halnya kasus mantan tim sukses Prabowo- Sandi, Ratna Sarumpaet. Dimana Ratna mengaku dipukuli orang tidak kenal. Begitu juga halnya pernyataan Neno Warisman bahwa mobilnya dibakar. Namun hasil penyelidikan ternyata kebakaram mobilnya karena korsleting

    “Mereka melakukan politik kebohongan yang nyata, sepeti Ratna dipukuli, ternyata tidak sama sekali. Menyatakan mobil Neno Warisman dibakar ternyata kosleting biasa,” katanya.

    Selain itu, bidang ekonomi juga menjadi sasaran yang tidak sesuai realita. Dimana ada pernyataan dari kubu Prabowo bahwa harga kebutuhan naik. Namun kenyataannya terjadi deflasi secara berturut-turut.

    Baca juga :  Ditunjuk Bacalon Bupati Jombang, Gus Hans : Ini Diluar Dugaan

    Sandiaga juga pernah menyampaikan bahwa kenaikan nilai tukar dolar hingga Rp 15 ribu berpengaruh pada pengusaha tempe hingga dibuat tipis seperti ATM.

    “Saya makan di depot Anda tadi tempenya tebal-tebal sampai kenyang. Ini saya lihat dilakukan dengan mengadopsi apa yang dilakukan Donald Trump,” tuturnya.

    Romi menegaskan, jika memang ingin mendapatkan responsip yang sama yaitu dukungan lebih dari masyarakat, maka strategi dengan melakukan propaganda dan kebohongan adalah langkah yang salah. Mengingat karakter masyarakat Indonesia berbeda dengan warga Amerika Serikat.(ais)

    Editor : Sabarudin

    Redaktur : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan