Minggu, 21 April 2024
26 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaDrama Kolosal Peringati Hari Pahlawan 10 November Makan 3 Korban Jiwa

    Drama Kolosal Peringati Hari Pahlawan 10 November Makan 3 Korban Jiwa

    Surabaya – Drama kolosal Surabaya membara yang digelar dalam rangka peringatan hari Pahawan 10 November didepan kantor gubernuran Jalan Pahlawan Surabaya, membawa 3 korban jiwa.

    Menurut Polrestabes Suarabaya, ada 3 orang yang meninggal dan sedikitnya 10 orang lainnya mengalami luka luka.

    Penampilan teater Surabaya membawa dengan thema gubernur Suryo tersebut mampu menyedot ribuan warga Kota Surabaya, Jum’at (9/11/2018) malam.

    Menurut Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran, mereka meninggal karena tertabrak kereta api KRD rute Sdoarjo-Bojonegoro yang melintas di viaduk malam itu.

    Ketiga korban itu diantaranya Erika (9) Jalan Kalimas Baru No. 61, jatuh dari viaduk dan dibawa ke RSUD dr Soetomo Surabaya. (2). Helmi Suryawijaya (13) Warga Karang Tembok Gang V/ Surabaya, terlindas Kadan dialarikan ke RSUD dr Soetomo Surabaya. (3) Bagus Ananda (17) jatuh dari viaduk. Korban di bawa ke RSU Soewandi Surabaya.

    Baca juga :  Sejak tahun 2021 Angka Pernikahan Anak di Jatim Terus Turun

    AKBP Sudamiran mengaku pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan atas musibah ini dengan meminta keterangan saksi saksi termasuk pihak panitia.

    Sahluki, ayah Erikawati, korban menuturkan , saat itu putrinya bersama ibunya sedang nonton penampilan drama karya Taufik Monyong, seniman Surabaya. Dia sangat kaget melihat ada KA dan posisi sudah dekat ,kemudian terlepas dari genggaman ibunya, lalu jatuh dari viaduk.

    “Sebelum kereta api melintas, putri saya berada dalam genggaman ibunya,” katanya kepada wartawan sebelum membawa pulang jenazah putrinya di RSUD Dr Soetomo Surabaya.

    Erikawati meninggal pada Sabtu(10/11/2018) dinihari di RSUD dr Soetomo Surabaya.
    Sahluki mengenang banyaknya penonton yang menyaksikan drama kolosal “Surabaya Membara” dari atas viaduk rel kereta api di Jalan Pahlawan Surabaya.

    Baca juga :  AHY dan Pj. Gubernur Serahkan Sertifikat Tanah untuk 10 Gereja di Jatim

    Para penonton kemudian panik karena melihat kereta api yang dirasa datang secara tiba-tiba, membuat masing-masing orang ingin menyelamatkan diri sendiri.

    “Istri saya sekarang dirawat di Rumah Sakit Primasatya Husada Citra (PHC) Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, karena ada bagian tulang di tubuhnya yang patah,” ujarnya. (min)

    Reporter : Amin Istighfarin

    Editor : Nakula

    Redaktur : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan