Rabu, 17 April 2024
27 C
Surabaya
More
    Jokowi : Siapa Sangka, Media Terpopuler Sekarang Tanpa Redaktur

    Jokowi : Siapa Sangka, Media Terpopuler Sekarang Tanpa Redaktur

    Jakarta – Presiden Joko Widodo, dalam pembukaan pameran Indonesia Science Expo tahun 2018, menyebutkan bahwa saat ini, banyak kejutan yang terjadi. Kejutan yang dimaksud Jokowi, terkait dengan pesatnya perkembangan teknologi.

    Dia mencontohkan keberhasilan Belanda di sektor pangan. Kemampuan negeri Kincir Angin itu menjadi negara pengekspor terbesar kedua di dunia menjadi perhatian Jokowi.

    “Siapa sangka, negara yang wilayah sempit menjadi pengekspor pangan terbesar kedua di dunia, yaitu negara Belanda,” kata Jokowi, di ICE BSD Tangerang Banten, Kamis 1 November 2018.

    Jokowi pun bicara dalam perspektif media. Perkembangan teknologi membuat konten media sosial disukai masyarakat. Ia menyebut Facebook sebagai media terpopuler saat uini.

    “Siapa sangka, media terpopuler di dunia saat ini, justru tidak punya redaktur, tidak memiliki redaksi, tidak punya wartawan, tidak pernah membuat konten berita. Namanya Facebook,” kata mantan Gubernur DKI itu.

    Begitu pun dalam industri transportasi. Menurutnya, perusahaan taksi terbesar, justru tak mempunyai armada layaknya taksi konvensional. Jokowi menyebut, Uber adalah perusahaan taksi tanpa memiliki armada.

    “Siapa sangka, perusahaan ritel dengan omzet terbesar di dunia, tetapi tidak memiliki toko. Yaitu Alibaba,” lanjut Jokowi.

    Terkait penyedia kamar hotel, menurut Jokowi, justru perusahaan tersebut justru tak memiliki hotel. Untuk mengantar surat-surat atau barang, dulu sangat membutuhkan tukang pos. Namun, kini tidak relevan lagi dengan pemesanan via online.

    “Bisnis supermarket yang dulu mapan, sekarang menyusut karena dominasinya berpindah ke online. Anak-anak muda sekarang, kalau mau beli apa-apa pasti belinya online. Ke toko atau mall hanya lihat-lihat, belinya di online,” jelas mantan walikota Solo itu, dikutip dari VIVA

    Jokowi melanjutkan, penjual tiket juga saat ini sudah tidak berlaku lagi. Berbeda dulu, di mana banyak penjual tiket bertebaran dengan kantor-kantornya. Saat ini, beragam elektronik ticketing sudah menjadi bisnis baru.

    “Inilah peluang untuk anak-anak muda, bahkan di dunia politik dan pemerintahan juga harus menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan berbagai macam inovasi-inovasi yang muncul,” katanya.(*/ais)

    Editor : Nakula

    Redaktur : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan