Malang – Dunia tinju amatir yang sedang terpuruk dan Pengprov Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) yang melempem membuat Rucita Permatasari prihatin. Karena itulah, tokoh muda penggiat olahraga di Malang ini berusaha membangkitkan dengan menggelar pertandingan tinju amatir pembibitan di Halaman Malang Olimpic Garden (MOG), Minggu (14/10).
“Saya ingin menghidupkan tinju, karena akhir-akhir ini saya lihat sangat lesu. Jadi saya ingin tinju ini giat kembali yang pernah berjaya di era tahun sembilan puluhan,” kata Rucita, di sela-sela pertandingan.
Rucita mengaku, olahraga tinju baginya bukan hal yang asing, lantaran semasa kecil sering diajak nonton pertandingan tinju oleh almarhum opa (kakek)-nya. Sayangnya kini petinju berpotensi, dari petinju pemula mulai dari umur kelas SMP hingga SMK, bahkan senior sudah tidak pernah ada perhatian dari Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Jawa Timur (Jatim). Tak pelak, pembinaan pun jalan di tempat. Pengurus Pertina Jatim, seakan tutup mata dengan kondisi tersebut.
“Tinju merupakan olahraga positif, dimana sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat khususnya di Kota Malang. Sehingga perlu para pemula dan petinju yang sudah ada, kita support terus agar bisa berprestasi di tingkat nasional,” kata Rucita.
Pertandingan Tinju Amatir, mempertandingkan 15 partai diikuti 28 petinju, empat diantaranya petinju wanita mendapat respon positif dari mantan petinju nasional asal Kota Malang. Diantaranya, Dobrak Arter, Little Pono, Nurul Huda, Widodo D’Cros, Monot, Tikno.
Bukan hanya para mantan petinju nasional, yang mendorong terselenggaranya Pertandingan Tinju Amatir tersebut, namun Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko, memberikan apresiasi tinggi kepada Rucita Permatasari, yang telah membangkitkan kembali olahraga tinju di Malang Raya. “Saya menaruh perhatian untuk olahraga tinju ini. Tentunya, kami berikan apresiasi tinggi kepada mbak Cita yang telah menggiatkan tinju, karena tinju di Kota Malang pernah besar yang banyak menyumbang para petinju Nasional,” ujar Sofyan.
“Kalau ingin besar, kita awali dari kecil terlebih dahulu, agar para petinju muda bisa berprestasi dan mengharumkan Kota Malang. Tidak lupa, kami ucapkan terimakasih kepada para mantan petinju Kota Malang membantu mbak Cita dalam menyelenggarakan gelaran tinju amatir ini,” ujarnya. (nov)