Minggu, 21 Juli 2024
27 C
Surabaya
More
    Jawa TimurBanyuwangiDua Hari Kenal di Facebook, Siswi SMP Diperkosa Pemuda Punk

    Dua Hari Kenal di Facebook, Siswi SMP Diperkosa Pemuda Punk

    Banyuwangi – Nasib It (15) siswi sebuah SMPN di Banyuwangi benar-benar memiliki nasib sial. Pelajar kelas 3 itu jum’at (15/12) sekitar pukul 14.00 diperkosa Sug (25) anak punk dirumah pelaku di belakang Stadion Diponegoro. Usai diperkosa, It dibiarkan pulang ke rumahnya di Kelurahan Mandar, Kecamatan Banyuwangi.

    Pak De It, Mamat kepada wartawan ketika mengantar ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPTPPA) kantor BKKBN Banyuwangi membenarkan kalau ponakanya itu diperkosa seorang anak muda Punk dirumahnya di Belakang Stadion Diponegoro pada Jum’at (15/12) pukul 14.00.

    “Awalnya, perkenalan It dengan Sug di FB itu dua hari sebelum kejadian. Usai sekolah dan sudah berada dirumah. Tiba-tiba pada pukul 14.00 It keluar rumah entah kemana. Tetapi, sekitar pukul 15.00, It pulang dengan kondisi pendarahan.

    Bahkan, hingga menghabiskan 3 kantor plastik. Kondisinya lemah dan langsung saya bawa ke RS Bunda. Alhamdulillah setelah dari RS bunda, kondisi It kembali pulih,” ujar Mamat.
    Menurut Mamat, ayah It sempat kaget. Darah yang mengalir cukup banyak itu dikira menstruasi.

    Setelah ditanya kenapa, It bicara blak-blakan kalau dirinya baru selesai diperkosa Sug. “Nah, mengetahui anaknya habis diperkosa, kedua orang tua It kaget. Saat itu juga ayah It lapor ke Polres. Namun, karena belum ada visumnya, disarankan untuk mengurus di rumah sakit,” ungkapnya.

    Selasa (19/12) sekitar jam 09.00, It yang diantar kedua orang tuanya serta didampingi Mamat mengadukan hal itu kepada PPTPPA di Sekretariatnya di BKKBN Banyuwangi. Usai dimintai keteranganya, It dan keluarganya diantar ke RSI Fatimah untuk dimintakan visum dengan didampingi petugas PPTPPA hingga ke laporan ke Polres.

    Kepala Sekretariat PPTPPA Banyuwangi, Belly Koshariyati membenarkan pihaknya menerima laporan terkait pemerkosaan perempuan dibawah umur. “Kami tetap melakukan pendampingan kepada korban itu. Mulai laporan ke polisi hingga persidangan di Pengadilan Negeri,” ujar Belly kepada wartawan.

    Laporan ke Polres Banyuwangi dilakukan Selasa (19/12) sore. Didampingi kedua orang tua dan pak denya, Mamat, pihak PPTPPA juga mendampingi. “Skr saya di mapolres untuk laporan ke Polres Banyuwangi,” beber Mamat. (ari)

    Editor : Media Transparansi

    COPYRIGHT © 2017 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan