Buka Pasar Ekspor Untuk UMKM, Gubernur Khofifah Apresiasi Inisiasi BI

Buka Pasar Ekspor Untuk UMKM, Gubernur Khofifah Apresiasi Inisiasi BI
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat membuka UMKM Virtual EXPO secara on line  di Gedung Negara Grahadi Surabaya

SURABAYA (Wartatransparansi.com) – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi langkah BI Perwakilan Jatim yang telah menginisiasi pelaku UMKM di Jatim dengan membuka dan memperluas pasar ekspor, khususnya ke negara lain melalui UMKM Virtual EXPO.

Langkah itu dilakukan agar para UMKM bisa mengakses lebih luas, lebih produktif, dan mampu memberikan peningkatan pendapatan  di tengah pandemi Covid-19.

UMKM Virtual EXPO ini merupakan inisiasi dari Kepala Perwakilan  Bank Indonesia yang bersinergi dengan Pemprov Jatim dan Pemerintah Kabupaten / Kota  serta Kadin  dalam membuka dan memperluas pasar UMKM.  UMKM Virtula Expo ini diharapkan dapat  memberikan harapan baru  bagi pengembangan pasar   pelaku UMKM di Jawa Timur,” ujar Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat membuka UMKM Virtual EXPO secara on line  di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Dijelaskan, UMKM Virtual Expo merupakan terobosan baru dalam membangun akses pasar bagi seluruh produk UMKM dari Jatim ke pasar luar negeri. Pasar UMKM, akan terbantu dengan   membuka pintu dan ruang baru dalam memasarkan hasil produksinya.

Peran BI dalam menginisiasi UMKM Virtual Expo menjadi bagian penguatan sinergitas, kolaborasi dan sinergi  dari seluruh inovasi bupati dan walikota, saat  ini khusus bagi wilayah di eks karesidenan Madiun,” jelasnya.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu menjelaskan, berkat peran BI, UMKM Virtual Expo bisa membangun akses diaspora Indonesia di luar negeri. Ada tiga diaspora yang bekerja sama dengan Jatim dalam memasarkan produk UMKM dari Jatim. Yaitu Diaspora Indonesia di Qatar, Mesir dan Afrika Selatan.
Support dan inisiasi pagi ini sangat luar biasa. Besar harapan kepada Diaspora Indonesia di luar negeri agar bisa membantu membangun akses pasar bagi produk UMKM kita,” imbuhnya.

Mantan Mensos RI ini menuturkan, selama ini ada beberapa kendala yang dialami UMKM saat melakukan ekspor. Misalnya terkendali proses perizinan, sertifikasi, dokumen ekspor dan proses pembayaran.

“Hal semacam itu yang diharapkan kedepan dengan adanya diaspora di negara tujuan ekspor  bisa mempermudah dan memberikan informasi agar bisa diakses oleh para UMKM yang akan melakukan ekspor,” tambahnya.

Lebih lanjut Khofifah menjelaskan, di masa pandemi Covid-19 ini UMKM Jatim secara konsisten diberikan bantuan melalui berbagai program oleh pemerintah baik pusat maupun provinsi. Bantuan tersebut diberikan mulai dari hibah Banpres PUM,  Kredit Usaha Rakyat (KUR), Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), dan dagulir dan sebagainya.  Diharapkan, bantuan tersebut dapat menggerakan roda ekonomi UMKM di Jatim.

Artinya, dengan kolaborasi antara pemerintah, BI dan Diaspora maka menjadi pintu pembuka  harapan baru bagi pelaku UMKM Jatim untuk bisa memperluas pasar khususnya perdagangan antar negara,” tambahnya.