Aksi Pemerintah Jember tersebut mendapat sambutan hangat dari banyak kalangan terutama mereka yang tengah siap siap masuk perguruan tinggi.“Wow…! Jember gitu lo…,” kata seorang calon mahasiswa
Seperti diketahui, rapid test di sejumlah tempat dinilai sangat mahal. Harganya bisa sampai ratusan ribu rupiah. Besar nominal itu tidak sesuai dengan isi kantong calon mahasiswa. Apalagi mereka berasal dari keluarga dengan ekonomi kurang mampu.
Calon mahasiswa lainnya, Virela Augsana, mengakui kemudahan untuk mendapatkan surat keterangan rapid test guna melengkapi persyaratan administrasi mengikuti UTBK di Universitas Jember.
“Untuk pelaksanaan rapid test, diharuskan mengantri dulu. Setelah pendaftaran atau didata, lalu akan di-rapid. Kemudian langsung menunggu hasilnya yang akan diberitahu tim medis,” jlentreh cewek asal Kecamatan Patrang ini.
Bagi calon mahasiswa, menurut Virela, rapid test gratis oleh Pemerintah Kabupaten Jember ini sangat membantu.
“Rapid test gratis dari Pemerintah Kabupaten Jember ini sangat bagus, dapat membantu calon mahasiswa untuk mendaftar ke perguruan tinggi di Jember,” ungkapnya.
Selain itu, pemeriksaan itu dapat mencegah penyebaran Covid-19. Ia sendiri berharap hasil pemeriksaan kesehatannya dinyatakan nonreaktif.





