SURABAYA – KONI Jatim tetap mencanangkan juara umum pada PON XX 2020 di Papua mendatang meski Keputusan KONI Pusat, PB PON XX/2020-Papua serta Kemenpora RI hanya menetapkan 37 Cabang Olahraga (Cabor) yang dipertandingkan.
Hal ini dikatakan Ketua Umum KONI Jatim, Ir H Erlangga Satriagung, saat acara Evaluasi Prestasi Atlet di workshop aplikasi sport sciences dalam rangka Puslatda Jatim 100-IV menuju sukses PON XX di Papua di Hotel Swiss Bell Selasa (22/10).
Pada PON XX yang akan digelar 20 Oktober 2020 sampai 02 November 2020 di Papua, KONI Jatim bertekad merebut juara umum dari Jabar yang menjadi juara umum di PON XIX 2016 lalu di Jabar,
Pada PON XIX 2016 lalu Jawa Timur yang harus puas di posisi runner up dengan raihan 132 emas, 138 perak, dan 135 perunggu serta DKI Jakarta di posisi ketiga dengan raihan 132 emas, 125 perak, dan 119 perunggu. Jabar juara umum PON XIX/2016. meraih 217 medali emas, 157 perak, dan 157 perunggu dari total 756 medali emas yang diperebutkan di 44 Cabor yang dipertandingkan.
” Keputusan pengurangan Cabor dari 47 menjadi 37 di PON XX, bagi Jatim terlalu berpengaruh signifikan karena dari 10-11 cabor yang tidak dipertandingkan, Jatim akan kehilangan sekitar 36-37 medali emas cabor yang tidak di pertandingkan yaitu tenis meja, balap sepeda, ski air, danasa, gateball, woodball, soft tenis, golf, bridge dan Petanque serta kemungkinan boling,” pungkas Erlangga. (guh)






