BOJONEGORO – Pengadilan agama dan Pengadilan negeri di
bawah naungan Mahkamah Agung. Tepat setelah kemerdekaan NKRI 17 agustus 1945 berdiri Makamah Agung yang jatuh pada tanggal 19 agustus 1945.
Sehingga setiap tanggal tersebut selalu di peringati hari lahirnya makamah agung. jadi setiap DIRGAHAYU
NKRI selalu bersamaan dengan DIRGAHAYU MA
seperti yang baru – baru ini di lakukan pengadilan
negeri dan pengadilan agama upacara dirgahayu ke 74 tahun.
Soekarno selaku presiden RI pertama dan sebagai proklamator kemerdekaan RI pada tanggal 17 agustus 1945 di tuntut para pemuda untuk segera membentuk parlemen sebagai pelengkap pemerintahan republik Indinesia. Salah satu LembagaLtinghi Negara di bentuk pada waktu itu adalah makamah agung yang di cetuskan. pada tanggal 19 agustus 1945, Di mana pada saat itu yang di percaya sebagai ketua adalah Mr Dr.R. S.E Koesoemah Atmadja dan sebagai wakilnya Mr. R Satochid Kertanegara serta di bantu beberapa hakim pada saat itu.
Pengadilan negeri dan Pengadilan agama di
kabupaten Bojonegoro dalam menghormati
juga melakukan penyambutan
dengan mengadakan upacara bareng di halaman
Hari ulang tahun pengadilan negeri Bojonegoro. Sebagai inspektur
upacara adalah ketua pengadilan negeri Bojonegoro
yaitu Khadarisman Al Riskandar SH, MH. di hadiri juga Seluruh hakim pengadilan agama serta seluruh staf pengadilan negeri dan cakim ( calon hakim ). Inspektur upacara dalam amanat membacakan amanat dari ketua MA RI yang pada pokoknya menyampaikan era baru dunia peradilan dengan berbasis teknologi informasi untuk pelayanan.
Isdaryanto SH, MH selaku humas pengadilan negeri Bojonegoro menjelaskan,Selasa (20/08/2019) benar adanya upacara tersebut. dan ada sedikit tambahan.
Setelah di adakan upacara kami menyerahkan hadiah kepada seluruh pemenang lomba. sebelumnya kami mengadakan beberapa lomba untuk memeriahkan sekaligus dua dirgahayu.
Dua dirgahayu tersebut adalah dirgahayu RI yang tepat pada tanggal 17 agustus dan 19 agustus dirgahayu makamah agung. Memang jarang di lakukan momen yang demikian, Dua instansi melakukan upacara bareng di satu tempat dengan satu tujuan.
Isdaryanto juga menambahkan, Setelah selesai melakukan upacara, Kami melakukan potong tumpeng dan ramah tamah. Hal ini di lakukan agar ada keakrapan dari staf ke hakim dan ketua. Kami ingin pengadilan ini sebagai pelayan masyarakat yang membutuhkan keadilan terlayani dengan sebaik mungkin. hal itu kami lakukan dengan keakraban diantara seluruh staf sehingga ada kerjasama yang baik.(rin)
Berita Terkait





