Surabaya – Kecelakaan laut yang menimpa perahu tambangan Kapal Motor (KM) Arim Jaya di selatan Pulau Giliyang, Senin (17/6), pukul 15.00 WIB membawa duka mendalam.
Peristiwa itu terjadi akibat cuaca buruk (ombak) hingga membalikkan KM Arim Jaya.
Data yang berhasil dihimpun dari total 43 orang penumpang, 30 orang telah ditemukan selamat, 2 orang meninggal dunia dan 11 orang lainnya masih dalam pencarian. Dari 11 orang hilang tersebut dua diantaranya adalah nahkoda dan ABK Kapal.
Kasus itu menjadi keprihatinan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Gubernur memerintahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mencari data dan informasi lengkap serta melakukan penanganan darurat kejadian tersebut.
Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim, Aries Agung Paewai, S.STP, MM mengatakan, setelah mendengarGubernur Khofifah langsung memerintahkan Dinas Perhubungan (Dishub), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan (Dinkes), Bakorwil Pamekasan, dan Biro Kessos Pemprov Jatim untuk melakukan langkah-langkah penanganan.
“Ibu gubernur perintahkan OPD tersebut untuk terlibat secara cepat dan aktif bersama-sama aparat terkait dilapangan,” ujar Aries Agung.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan, kelima OPD tersebut diminta untuk memonitor kondisi di lapangan dan diharapkan kondisi tersebut bisa tersampaikan secara langsung kepada Ibu Gubernur.





