Surabaya, Wartatransparansi.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa LKS menjadi instrumen strategis dalam memetakan sekaligus menjaring kompetensi siswa lintas jenjang pendidikan. Berbeda dari tahun sebelumnya, LKS 2026 di Jawa Timur melibatkan siswa SMA dan Madrasah Aliyah selain SMK.
Hal tersebut diungkapkan Khofifah saat menutup Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) Tingkat Provinsi Jawa Timur ke-XXXIV Tahun 2026 yang digelar di SMKN 12 Surabaya, Rabu (9/4) malam.
LKS bukan sekadar ajang lomba, melainkan sarana mengukur kualitas talenta vokasi yang terus berkembang. Ia optimistis, para peserta LKS merupakan generasi masa depan yang siap membawa Jawa Timur bersaing hingga level global.
Prestasi Jawa Timur yang berhasil meraih juara umum LKS nasional selama tiga tahun berturut-turut disebutnya sebagai bukti keberhasilan sistem pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan.
“Tiga tahun berturut-turut juara umum bukan kebetulan, ini hasil kerja sistem. Tahun ini kita targetkan bisa kembali mempertahankan prestasi tersebut,” tegasnya.
Selain kompetensi teknis, Khofifah juga menekankan pentingnya kesiapan psikososial lulusan SMK agar mampu langsung terjun ke dunia kerja. Ia menyebut, keterlibatan dunia usaha dan industri (Dudika) menjadi kunci dalam memastikan standar kompetensi lulusan sesuai kebutuhan pasar.
“Banyak siswa SMK bahkan sudah ‘diinden’ sebelum lulus. Ini menunjukkan kesiapan mereka, namun tetap harus diimbangi dengan kematangan mental dan sosial,” tambahnya.
Meski dihadapkan pada tantangan fiskal tahun 2026 dengan penurunan potensi pendapatan daerah, Khofifah menegaskan bahwa keterbatasan tidak boleh menghambat prestasi.
“Dalam keterbatasan justru lahir inovasi. Anak-anak kita sudah membuktikan bahwa prestasi bisa diraih tanpa batas,” ujarnya.
Pada LKS Dikmen 2026, siswa berkompetisi di 56 bidang lomba. Para pemenang mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp5 juta untuk juara pertama, Rp3 juta juara kedua, dan Rp2 juta juara ketiga. Juara pertama juga akan mengikuti training center (TC) sebagai persiapan menuju LKS tingkat nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Khofifah meresmikan program revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana bagi 50 SMA/SMK/SLB negeri dan swasta di wilayah Surabaya dan Sidoarjo.
Tak hanya itu, bantuan pendidikan sebesar Rp1 juta juga diberikan kepada 20 siswa pra sejahtera, disertai bantuan sepatu sekolah sebagai upaya menjaga akses pendidikan tetap inklusif.
Di akhir acara, Khofifah mengingatkan bahwa capaian dalam LKS harus menjadi pijakan untuk prestasi yang lebih besar.
“Piala dan medali hanyalah simbol. Prestasi sejati adalah ketika keterampilan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memajukan daerah,” pungkasnya.
(fir/min)





