Ekbis  

Optimisme Wagub Jatim Soal Daya Juang Pengusaha Surabaya Ditengah Tantangan Global

Optimisme Wagub Jatim Soal Daya Juang Pengusaha Surabaya Ditengah Tantangan Global

SURABAYA, WartaTransparansi.com – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan optimismenya bahwa para pengusaha Jawa Timur memiliki daya juang hebat dan mampu menghadapi berbagai tantangan situasi global seperti saat ini. Ia menilai kegigihan para pengusaha asal Jatim ini telah teruji dan mampu bangkit pasca pandemi Covid-19 lalu.

“Karena ini masih suasana imlek, mudah-mudahan kita semua tentu diberikan kekuatan, optimisme untuk menghadapi gonjang ganjing geopolitik dunia saat ini, tapi kita meyakini dengan kekompakan, dan kebersamaan bisa mengatasi semua tantangan tantangan global,” kata Wagub Emil Dardak usai menghadiri perayaan Imlek Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 di Grand Empire Palace Jl. Blauran No. 57-75 Kota Surabaya, Sabtu (7/3).

Wagub Jatim yang hadir bersama Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak mengatakan Indonesia memiliki potensi ekonomi domestik yang kokoh. Potensi tersebut menjadi salah satu kekuatan yang mendukung perputaran roda perekonomian negeri ini.

“Indonesia adalah Negara yang punya potensi ekonomi domestik yang kokoh, yang penting harus saling berkomunikasi jangan jalan sendiri-sendiri,” tegasnya.

Diketahui banyak para pengusaha sukses di Jawa Timur yang telah banyak berkontribusi di sektor perekonomian Jatim menjadi bagian dari PMSTI Jatim. Oleh sebab itu, di momentum ini Wagub Emil Dardak mengajak para pengusaha agar bersama-sama membangun kekompakan dan bersiap menghadapi dampak dari situasi geopolitik dunia saat ini.

“Para tokoh-tokoh yang dikenal secara nasional bahkan internasional ini kita harapkan bisa saling membangun kekuatan ekonomi daerah,” tuturnya.

Di sisi lain Emil Dardak menuturkan Pemprov Jatim selalu siap membangun sinergi dan kolaborasi dengan tokoh-tokoh yang ada di PMSTI. Diantaranya dengan cara menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah agar iklim usaha lancar, dan kemudahan izin usaha.

“Peraturan itu dijalankan tentunya dengan semangat untuk melindungi masyarakat dan pelaku usaha itu sendiri bisa survive”ucapnya.