BANYUWANGI, WartaTransparansi.com – Satuan Tugas (Satgas) Pangan melakukan pemantauan harga dan distribusi bahan pokok dan barang penting (bapokting) di Pasar Blambangan, Banyuwangi. Kegiatan ini bertujuan memastikan stabilitas harga serta ketersediaan stok menjelang Ramadan.
Dalam peninjauan tersebut, Danang Hartanto menegaskan bahwa daging yang beredar di pasar dipastikan berasal dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Banyuwangi. Hal ini dilakukan untuk menjamin keamanan dan kelayakan konsumsi masyarakat.
“Daging yang dijual di pasar berasal dari RPH Banyuwangi,” jelas Danang.
Selain memantau harga, Satgas Pangan juga menerima sejumlah masukan dari pedagang. Salah satunya disampaikan Citra, pedagang daging sapi di Pasar Blambangan. Ia mengeluhkan kondisi keamanan kios yang dinilai kurang optimal akibat tidak berfungsinya kamera pengawas (CCTV) di area pasar.
Menurutnya, beberapa peralatan dagang hingga uang kembalian miliknya kerap hilang. Ia berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan fasilitas keamanan tersebut.
“Kami berharap pemerintah segera memperbaiki CCTV agar keamanan lebih terjamin,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, harga bapokting di Pasar Blambangan tercatat relatif stabil. Minyak goreng dijual Rp15.700 per liter, cabai Rp75.000–Rp80.000 per kilogram, daging sapi Rp130.000–Rp135.000 per kilogram, dan daging ayam Rp38.000–Rp39.000 per kilogram.
Sementara itu, telur ayam dibanderol Rp30.000 per kilogram, beras SPHP Rp60.000, bawang merah Rp36.000 per kilogram, dan bawang putih Rp33.000 per kilogram.
Satgas Pangan memastikan pemantauan harga dan distribusi akan terus dilakukan secara berkala guna menjaga stabilitas pasar serta daya beli masyarakat selama Ramadan. (*)





