Wajah Baru Skate & BMX Park Kalimas Jadi Ikon Wisata Sungai Surabaya

Wajah Baru Skate & BMX Park Kalimas Jadi Ikon Wisata Sungai Surabaya
Usai direvitalisasi, Skate & BMX Park Kalimas di kawasan Ketabang, tampil dengan wajah baru yang lebih representatif, aman, dan sesuai standar.

SURABAYA, WartaTransparansi.com – Usai direvitalisasi, Skate & BMX Park Kalimas di kawasan Ketabang, tampil dengan wajah baru yang lebih representatif, aman, dan sesuai standar. Arena permainan ini sekaligus menjadi ikon wisata sungai di Kota Surabaya.

Wali Kota Eri Cahyadi bersama jajaran Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, sebelumnya telah berdiskusi langsung dengan komunitas untuk memastikan desain dan konsep yang diterapkan benar-benar menjawab kebutuhan pengguna.

Revitalisasi tersebut mencakup pembaruan desain area obstacle, penambahan delapan lintasan baru, peningkatan pencahayaan, mural, hingga penataan visual agar skatepark terintegrasi dengan kawasan sungai Kalimas. Dengan konsep ini, skatepark tidak hanya menjadi arena latihan, tetapi juga bagian dari penguatan ruang publik berbasis waterfront di pusat kota.

Kepala DPRKPP Kota Surabaya, Iman Kristian, mengatakan bahwa revitalisasi Skate & BMX Park Kalimas merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Wali Kota Eri Cahyadi saat melakukan kunjungan ke lokasi beberapa waktu lalu. Saat itu, kondisi skatepark dinilai belum memenuhi standar dan kurang layak digunakan oleh para skateboarder maupun BMX rider.

“Waktu Pak Wali datang ke lokasi bersama Disbudporapar dan komunitas, kondisi skatepark memang masih sangat terbatas. Secara visual tertutup, lintasannya tidak sesuai standar, dan kurang nyaman digunakan. Padahal, kawasan Kalimas ini memiliki potensi besar sebagai ruang publik dan kawasan wisata,” kata Iman, Rabu (4/2/2026).

Menurutnya, Wali Kota Eri kemudian mengarahkan agar skatepark tidak hanya diperbaiki secara fisik, tetapi juga dikonsep ulang agar benar-benar berfungsi sebagai arena olahraga sekaligus ikon kawasan. Salah satu poin utama adalah membuka visual skatepark ke arah sungai sehingga aktivitas di dalamnya dapat terlihat dari berbagai sudut kawasan Kalimas.

“Pak Wali Kota menginginkan skatepark ini terintegrasi dengan sungai, jadi bukan sekadar tempat bermain, tapi juga menjadi bagian dari wajah kota. Orang lewat bisa melihat aktivitas skateboard dan BMX, sehingga kawasan ini terasa hidup,” jelasnya.

Iman menambahkan, satu hingga dua tahun lalu pihaknya mulai melakukan proses perencanaan dengan melibatkan komunitas secara langsung. Pemkot Surabaya tidak ingin membangun fasilitas berdasarkan asumsi semata, melainkan menggali kebutuhan riil para pengguna.

“Kami duduk bersama komunitas skateboard dan BMX, menggali ekspektasi mereka, gaya bermain, jenis obstacle yang dibutuhkan, sampai standar keselamatan. Dari situ baru kami susun desain dan konsep revitalisasinya,” imbuhnya.

Hasilnya, meskipun jenis fasilitas secara umum masih sama, seluruh lintasan dan obstacle kini dirancang ulang sesuai standar permainan profesional. Jika sebelumnya skatepark lebih bersifat atraksi visual, kini benar-benar difungsikan sebagai arena bermain dan latihan yang layak.

“Dulu lintasannya kurang sesuai, ada yang terlalu besar, ada yang transisinya tidak nyaman. Sekarang semuanya disesuaikan, baik dari segi ukuran, kemiringan, maupun alurnya. Jadi lebih aman, lebih nyaman, dan sesuai karakter skateboard serta BMX,” terangnya.

Perubahan paling menonjol adalah kehadiran fasilitas bowl yang menjadi yang pertama di Surabaya. Bowl ini diadaptasi dari konsep skatepark di Bali yang dinilai berhasil menarik minat komunitas.

“Kami melihat di Bali konsep bowl sangat diminati. Karena di Kalimas tersedia ruang yang cukup, maka konsep tersebut kami terapkan di sini. Harapannya, bukan hanya skateboarder Surabaya, tapi juga dari daerah lain di Jawa Timur bisa datang dan menjadikan Kalimas sebagai titik kumpul,” ungkapnya.

Editor: Wetly