LONDON – Pangeran Harry memberikan kesaksian yang emosional pada hari terakhir pemberian buktinya di Pengadilan Tinggi London, Rabu (21/1).
Dengan suara bergetar dan hampir meneteskan air mata, Duke of Sussex menuduh praktik tabloid Inggris telah merusak kehidupan pribadinya dan memberikan dampak buruk bagi istrinya, Meghan Markle.
Pangeran berusia 41 tahun tersebut sedang menggugat Associated Newspapers, penerbit dari Daily Mail dan The Mail on Sunday, atas dugaan pengumpulan informasi secara ilegal.
Dalam kesaksian yang berlangsung selama hampir 2 jam, Harry mengungkapkan bahwa proses hukum yang panjang ini telah menguras emosinya. Ia menoleh ke arah hakim dan menjelaskan betapa berat beban yang harus ia tanggung bersama keluarganya.
“Dengan berdiri di sini dan mengambil sikap melawan mereka, ini terus menghantui saya,” ujar Harry dengan suara yang pecah karena emosi.
“Dan mereka telah membuat hidup istri saya sangat sengsara, Yang Mulia,” tambahnya.
Harry menegaskan bahwa tujuannya mengejar kasus ini bukan semata-mata soal materi, melainkan keadilan moral.
“Yang dibutuhkan adalah permintaan maaf dan pertanggungjawaban. Ini pengalaman yang mengerikan,” katanya.
Duke of Sussex menjelaskan bahwa keputusannya untuk menuntut secara hukum dipicu oleh pemberitaan yang ia sebut sebagai serangan “kejam” dan “rasis” terhadap Meghan sejak hubungan mereka terungkap pada tahun 2016.
Tekanan tersebut, menurut Harry, tidak kunjung mereda bahkan saat Meghan sedang hamil putra sulung mereka, Pangeran Archie, yang kini telah berusia 6 tahun. Ia merasa pendekatan “diam saja” yang biasanya diambil keluarga kerajaan tidak lagi cukup untuk melindungi keluarganya.
“Sepanjang proses litigasi ini, situasinya malah semakin buruk, bukan membaik,” tegas Harry di hadapan pengadilan.
Kasus ini merupakan bagian dari tindakan hukum kolektif yang melibatkan tokoh-tokoh besar lainnya, termasuk legenda musik Elton John dan aktris Elizabeth Hurley. Associated Newspapers sendiri membantah keras semua tuduhan tersebut.
Sidang di London ini diperkirakan akan berlangsung selama sembilan minggu. Bagi Pangeran Harry, ini adalah gugatan aktif terakhirnya melawan pers Inggris, setelah sebelumnya ia memenangkan penyelesaian besar dan permintaan maaf dari penerbit The Sun pada tahun lalu.
Kehadiran Harry di London, setelah terbang dari kediamannya di California, menunjukkan komitmennya yang kuat untuk mengubah budaya pemberitaan tabloid yang ia anggap telah melampaui batas privasi dan kemanusiaan. (fan)





