Opini  

Lailatul Qadar, Idul Fitri, dan Presiden

Lailatul Qadar, Idul Fitri, dan Presiden
Djoko Tetuko

Oleh Doko Tetuko (Komut Media Koran Transparansi)

Sungguh bukan karena kebetulan, tetapi perjalanan sejarah memang mencatat bahwa perubahan perubahan besar selalu bersamaan dengan bulan penuh makna, terutama bulan suci Ramadhan. Bahwa kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 bersamaan dengan hari Jumat tanggal 9 Ramadhan 1367 Hijriyah.

Riak riak perjalanan Pemilihan Presiden 2024 dengan berbagai rentak demokrasi, masih terus menggulirkan sengketa di Mahkamah Konstitusi, juga berbagai langkah politik para petinggi partai melakukan silaturrahmi kebangsaan. Juga sedang berakhir manis di bulan suci Ramadhan.

Sebagaimana. Diketahui Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno-Hatta terjadi pada hari Jumat, tanggal 9 Ramadhan 1367 H yang bertepatan dengan tanggal 17 Agustus 1945 M. Telah melahirkan Undang Undang Dasar 1945.

Presiden dan Wakil Presiden terpilih hasil Pemilu 2024, (sedang proses penyelesaian sengketa di MK). KPU RI mengumumkan hasil Pilpres 2024 pada Rabu (20/3/2024) bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, hasil Pilpres 2024 tersebut ditetapkan berdasarkan berita acara KPU nomor 218/PL.01.08-BA/05/2024.

Berdasarkan hasil rekapitulasi KPU, pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka dinyatakan sebagai pemenang Pilpres 2024. Prabowo-Gibran menang dengan perolehan suara 96.214.691 dari total keseluruhan suara sah nasional sebanyak 164.227.475.

Perolehan suara pasangan Prabowo-Gibran mencapai sekitar 58% dari total suara sah nasional. Berdasarkan hasil rekapitulasi nasional, pasangan Prabowo-Gibran unggul di 36 provinsi.

Berikut perolehan suara nasional Pilpres 2024:
Pasangan (01) Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar (Cak Imin): 40.971.906 suara. Pasangan (02)
Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka: 96.214.691 suara. Pasangan (03) Ganjar Pranowo – Mahfud MD: 27.040.878 suara.

MK juga mulai menggelar sidang sengketa Pilpres 2024 dengan menggabungkan sidang dua perkara PHPU dari pemohon Anies-Muhaimin dan pemohon lainnya yakni Ganjar Pranowo-Mahfud Md, pada bulan Ramadhan.

Langkah itu dilakukan sesuai kesepakatan antara kubu paslon 01 dan kubu paslon 03 Ganjar Pranowo-Mahfud Md selaku pemohon, Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku termohon, paslon 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka selaku pihak terkait; serta Bawaslu selaku pemberi keterangan.

Bulan suci Ramadhan menjadi tetenger perhelatan proses akhir Pilpres, sesungguhnya bukan kebetulan. Tetapi dengan berpikir positif kita berharap memperoleh hasil baik dan terbaik untuk anak bangsa ke depan. Tentu saja dengan tanda tanda melalui peringatan Nuzulul Quran (turunnya Al Qur’an) menyampaikan kabar abadi bahwa setiap bulan suci Ramadhan Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan Lailatul Qadar (Malam Qadar). Satu malam lebih baik dari seribu bulan.

Setelah itu umat Islam membersihkan diri dengan mengeluarkan kewajiban zakat fitrah, menyempurnakan ibadah wajib selama bulan suci Ramadhan dan ibadah sunah dengan berbagai rangkaian, memperoleh predikat fitri. Menggapai Idul Fitri setelah menyelesaikan kewajiban berpuasa wajib selama sebulan penuh.

Idul Fitri memiliki makna yang berkaitan erat dengan tujuan yang akan dicapai dari kewajiban berpuasa. Tujuan berpuasa yaitu menjadi manusia yang bertaqwa. Idul fitri berasal dari dua kata “id” dan “al-fitri”. Id secara bahasa berasal dari kata aada – ya’uudu, yang artinya kembali. Hari raya disebut ‘id karena hari raya terjadi secara berulang-ulang, dimeriahkan setiap tahun, pada waktu yang sama.

Sedangkan kata ‘fitri’ memiliki dua makna, yaitu suci dan berbuka. Suci berarti bersih dari segala dosa, kesalahan, kejelekan, dan keburukan. Sedangkan fitri yang berarti berbuka berdasarkan pada hadits Rasulullah SAW: ”Dari Anas bin Malik: Tak sekali pun Nabi Muhammad SAW. Pergi (untuk shalat) pada hari raya Idul Fitri tanpa makan beberapa kurma sebelumnya.”

Lailatul Qadar sudah jelas sebagai firman Allah SWT; (1). Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. (2) Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? (3). Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. (4) Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. (5). Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

Sedangkan Idul Fitri dapat diambil kesimpulan bahwa Idul Fitri berarti kembalinya seseorang kepada keadaan suci atau keterbebasan dari segala dosa, kesalahan, kejelekan, dan keburukan sehingga berada dalam kesucian atau fitrah.

Idul Fitri sesungguhnya
bukan sekedar soal barang atau baju baru dan mewah, melainkan seberapa bersihnya hati kita untuk mau memaafkan orang lain. Idul Fitri juga dapat dimaknai sebagai hari kemenangan di mana umat Muslim bahagia merayakannya dengan buka puasa atau makan. Selain menjadikan momen Idul Fitri sebagai hari kemenangan, hendaknya seorang Muslim memanfaatkannya untuk memperbaiki dan menyucikan diri dari dosa yang telah dilakukan.

Idul Fitri adalah waktu untuk memperbaiki, memaafkan dan merenung, menjadikan momentum hari kemenangan ini untuk menjadi insan yang semakin baik dalam ketaatan.

InsyaAllah Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dengan penuh keyakinan melakukan proses beribadah di bulan suci Ramadhan. Dengan berpikir positif tentu semua berharap mendapat sebagian dari sinar Lailatul Qadar, mendapatkan percikan barokah Idul Fitri, sehingga ke depan Presiden bersama rakyat (berkat barokah bulan suci Ramadhan) akan menjalankan amanat kenegaraan dan kebangsaan dengan sungguh-sungguh.

Sebagaimana makna alinea keempat Pembukaan UUD 1945 bahwa fungsi sekaligus tujuan negara Indonesia setelah merdeka, yaitu: Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Memajukan kesejahteraan umum. Mencerdaskan kehidupan bangsa. Semoga! (*)