“Ada beberapa hal yang diperhatikan, salah satunya faktor pengamanan, seperti emergency exit dan sistem pemadam, kemarin yang belum ada itu sistem pemadamnya,” ungkap Mas Dhito.
Dengan adanya sistem keamanan tambahan, diharapkan potensi risiko kejadian serupa dapat diminimalkan. Meski demikian, Mas Dhito berharap insiden yang pernah terjadi tidak kembali terulang.
Di sisi lain, pelaksana proyek yang sama juga tengah mengerjakan pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Plosoklaten. Proyek tersebut ditargetkan rampung tahun ini agar dapat segera dimanfaatkan.
Untuk mempercepat proses pembangunan, jumlah tenaga kerja akan ditambah dari 524 orang menjadi sekitar 800 orang. Langkah ini diambil guna memastikan target penyelesaian dapat tercapai tepat waktu.
Mas Dhito berharap pembangunan Sekolah Rakyat dapat segera selesai sehingga para siswa yang saat ini masih menempati gedung sementara bisa segera pindah ke lokasi baru.
“Semoga tahun ini (anak-anak yang masih menempati gedung sementara di Balai Pengembangan Kompetensi (BPK) ASN milik Pemkab Kediri di Tarokan) bisa pindah ke Sekolah Rakyat yang kita siapkan di Plosoklaten,” pungkas Mas Dhito.(*)





