“Seharusnya jika sampah sudah dikelola sejak dari rumah tangga, yang masuk ke TPA hanya sekitar 20 persen saja. Sisanya bisa dikelola melalui pemilahan maupun bank sampah,” jelasnya.
Namun berdasarkan hasil evaluasi tim penilai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam program Adipura, dari total 198 bank sampah yang tercatat di Kota Mojokerto, hanya 88 yang dinilai aktif. “Karena itu bank sampah di masing-masing RW harus kita aktifkan kembali,” tegas Ning Ita.
Melalui Budaya RT Berseri ini, Ning Ita berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pemilahan sampah dari rumah serta kembali aktif dalam kegiatan bank sampah sehingga dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. (*)





