Di antaranya, penyerahan 200 paket bantuan Gemarikan, paket sembako senilai Rp 250.000 disertai santunan tunai Rp100.000, serta distribusi paket sembako di lokasi Kampung Zakat.
Selain itu, aktivasi kembali program PBI JKN, Program Genting (perbaikan atap rumah), serta Program Jambanisasi untuk meningkatkan sanitasi lingkungan. Termasuk pemberian tablet bagi anak yatim usia sekolah (TK & SD), serta bantuan Kacamata Pintar khusus untuk warga tunanetra.
“Kami juga meluncurkan Program Lansia Berdaya untuk memastikan warga senior tetap mendapatkan dukungan di masa tua,” ungkapnya.
Gus Fawait berharap bantuan ini menjadi pemantik semangat bagi warga Jember untuk bangkit dan bersama-sama mewujudkan Jember yang lebih sejahtera.
Sementara itu, Wakil Ketua Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Iwan Sumule menyoroti Kabupaten Jember sebagai salah satu daerah prioritas karena angka kemiskinan ekstremnya yang masih cukup tinggi. Dia menekankan beberapa poin krusial dalam strategi BP Taskin.
Misalnya, Pogram Berkelanjutan. Yakni, program pengentasan kemiskinan tidak boleh bersifat sementara, melainkan harus berkelanjutan guna menjaga konsistensi penurunan angka kemiskinan.
“Kuncinya adalah kolaborasi dan keberlanjutan. Kami hadir untuk memastikan birokrasi tidak lagi menjadi penghambat bagi program-program kesejahteraan rakyat,” ujar Iwan menutup penjelasannya.(*)





