Selain program lingkungan berbasis zero waste, kelompok KKN UNP Kediri di Kelurahan Ketami juga menjalankan dua program unggulan lain yang mendukung penguatan ekonomi sirkular dan tata kelola sampah modern. Program tersebut meliputi branding produk susu sapi peras mulai dari desain kemasan hingga stiker, serta pengembangan laman web pembukuan digital untuk TPS 3R.
Rangga menyebutkan, sistem pembukuan digital tersebut menjadi terobosan baru di wilayah Kediri. “Karena untuk sistem itu kita mungkin ya setahu saya itu pertama kali di Kediri yang mempunyai web di TPS,” ungkapnya.
Sementara itu, warga Kelurahan Ketami menyambut positif program paving biopori yang digagas mahasiswa KKN UNP Kediri. Salah satu tokoh warga RT 02/RW 01 Kelurahan Ketami, Doni Robianto (53), menilai inovasi tersebut sesuai dengan kondisi geografis wilayah setempat.
“Kami sangat mendukung. Inovasi ini tidak sekadar untuk resapan air agar tidak terjadi genangan, tapi ternyata bisa juga digunakan untuk pembuatan pupuk organik,” ujarnya.
Doni menambahkan, manfaat biopori sebagai media pengolahan pupuk organik sangat membantu warga yang sebagian besar masih menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perkebunan. Dengan banyaknya tanaman produktif seperti durian dan alpukat, keberadaan biopori diharapkan dapat mempermudah proses pemupukan dan meningkatkan hasil panen.
“Ini sangat tepat karena di sini banyak tanaman tegalan. Dengan adanya biopori, proses pemupukan bisa lebih mudah, praktis, dan harapannya mampu meningkatkan hasil panen secara signifikan,” katanya.
Program pemasangan paving biopori ini direncanakan dilakukan secara bertahap dengan target 16 titik di setiap RT, serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat sebagai kunci keberlanjutan program zero waste yang selaras dengan visi Kota Kediri sebagai kota yang peduli lingkungan dan berkelanjutan. (*)





