Sementara itu, Ketua Pelaksana Turnamen, Veygel Revelino Nelwan, menilai kegiatan tersebut berjalan dengan sangat baik dan mendapat respons luar biasa dari peserta.
“Alhamdulillah, acara hari ini berjalan sukses. Tercatat ada 40 peserta yang dibagi ke dalam delapan tim. Sebenarnya antusiasme peserta sangat tinggi, bahkan melebihi kuota yang kami sediakan. Namun karena keterbatasan tempat, jumlah peserta harus dibatasi,” ujar Veygel yang juga mewakili Ketua ESI Surabaya, Achmad Nurdjayanto.
Ia menjelaskan, pendaftaran yang dibuka selama tiga hari langsung terpenuhi. Banyak calon peserta lain yang berharap kuota dapat ditambah, namun panitia belum memungkinkan untuk mengakomodasi hal tersebut.
“Ke depan, kami berharap agenda Piala Disabilitas ini bisa terus berlanjut dengan dukungan tempat yang lebih besar, sehingga dapat menjaring lebih banyak partisipasi dari teman-teman disabilitas. Antusiasme mereka terhadap esports, khususnya Mobile Legends, sangat tinggi,” tambahnya.
Dengan dukungan berbagai pihak serta tingginya minat peserta, Piala Gadisku Disabilitas Esport Mobile Legend diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan sekaligus wadah lahirnya atlet-atlet esport disabilitas berprestasi di Jawa Timur. (*)





