Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Murid MI Nurul Ummah Celep Sidoarjo, Lomba Baca Orasi Bung Tomo

SIDOARJO, Wartatransparansi.com - Mengenang dan mengingat perjuangan mempertahakan kemerdekaan di kota Surabaya, sehingga lahir Hari Pahlawan dan Kota Pahlawan, murid Madrasah Ibtidaiyah Nurul Ummah Celep Sidoarjo, lomba baca orasi Bung Tomo.

Berlangsung Selasa (11/11/2025), setelah istirahat jam pelajaran, mulai pukul 10:00 silih berganti perwakilan dari kelas membacakan teks orasi Bung Tomo.

Guru-guru dan wali murid turut menyaksikan, bahkan suporter masing-masing kelas begitu antusias memberikan dukungan dan semangat.

“Kami berharap dari sejak mengenal sejarah dan mengerti arti perjuangan terus tertanamkan hingga dewasa nanti. Sehingga terus menerus semanga untuk berjuang, terutama pada saat menuntut ilmu,” kata Avia Nur Dhya'a, S.Pd, Penanggung Jawab Kegiatan, yang juga Kepala Madrasah MI Nurul Ummah, Selasa (11/11/2025).

Menurut Dhya’a, selaku panitia acara lomba, Ketua Panitia Miftahul Jannah, S.Pd. dengan Anggota; Nonika Septiya Putri, S.Pd dan Novia Ayu Rua Indah, S.Pd.

Lomba Menulis dan Membaca Naskah Pancasila, Lomba Menulis Doa Sapu Jagad, Lomba membaca kitab Mabadi',

Pemenang Lomba Menulis dan Membaca Naskah Pancasila 1. Wiludjeng Ageng Pangestu (Kelas 3) 2. Basyaruddin Ar Rahman (Kelas 1) 3. Abdul Hamid Rajab (Kelas 2)

Pemenang Lomba Menulis Doa Sapu Jagad

1. Nasyita Shafwatunnisa (Kelas 3) 2. Qiyara Nur Arief (Kelas 2$ 3. Basyaruddin Ar Rohman (Kelas 1)

Pemenang Lomba membaca kitab Mabadi' 1. Lathifatul Ainiyah (Kelas 6) 2. Alika Naila Putri (Kelas 4-A) 3. Maharani Rahmanisa Adzdzikr (Kelas 5). (Nuriya Maslahah)

Pemenang Lomba Orasi Bung Tomo 1. M. Wildan Syaukati (Kelas 5) 2. Muhammad Rafif Ma'sum (Kelas 6) 3. M. Yoga Pratama Kelas (4-A)

Naskah Orasi Bung Tomo

Hai tentara Inggris!

Kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih untuk takluk kepadamu. Kau menyuruh kita mengangkat tangan datang kepadamu.

Kau menyuruh kita membawa senjata-senjata yang telah kita rampas dari tentara Jepang untuk diserahkan kepadamu.

Tuntutan itu, walaupun kita tahu bahwa kau sekali lagi akan mengancam kita untuk menggempur kita dengan kekuatan yang ada, tetapi inilah jawaban kita.

Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih. Maka selama itu tidak akan kita akan mau menyerah kepada siapa pun juga.

Saudara-saudara rakyat Surabaya, siaplah keadaan genting! Tetapi saya peringatkan sekali lagi. Jangan mulai menembak. Baru kalau kita ditembak, maka kita akan ganti menyerang mereka. Itulah, kita tunjukkan bahwa kita ini adalah bertar-benar orang yang ingin merdeka.

Dan untuk kita.... Dan untuk kita saudara-saudara. Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka. Semboyan kita tetap: merdeka atau mati!

Dan kita yakin saudara-saudara, Pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita, sebab Allah selalu berada di pihak yang benar.

Percayalah saudara-saudara. Tuhan akan melindungi kita sekalian. Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Merdeka!!!.. (*)

Posting Komentar untuk "Murid MI Nurul Ummah Celep Sidoarjo, Lomba Baca Orasi Bung Tomo"