Kediri  

Jambore Remaja Masjid Kediri 2025 Gaungkan Gerakan Go Green dan Edukasi Eco Enzyme

Jambore Remaja Masjid Kediri 2025 Gaungkan Gerakan Go Green dan Edukasi Eco Enzyme
Sambutan Anggota DPRD Kota Kediri, Imam Wihdan Zarkasyi dalam rangkaian acara Pembukaan Jambore Remaja Masjid Kota Kediri 2025 dengan tema Go Green yang menekankan kepedulian lingkungan dan kreativitas remaja masjid.(Foto: Moch Abi Madyan)

“Amalan atau perbuatan baik itu tidak melulu tentang hitungan materi atau bersifat komersial,” ucapnya. Ia mencontohkan tindakan sederhana menanam pohon. Tidak langsung menghasilkan uang, kata dia, tetapi nilainya sangat besar dan berdampak panjang.

“Tujuannya adalah agar sewaktu-waktu kita punya kepedulian yang mendalam terhadap lingkungan,” tambahnya.

Dalam ceramahnya, ia juga menyinggung tokoh-tokoh besar Islam, Sahabat Anas bin Malik dan Imam Malik bin Anas, untuk memberi konteks sejarah tentang pentingnya tradisi keilmuan dan amalan sunah. Pesan yang ditegaskannya: kebaikan harus bertolak dari ketulusan, bukan imbal balik materi.

Remaja dan Laboratorium Mini Pengolahan Sampah

Remaja masjid Kota Kediri belajar membuat eco enzyme dalam kegiatan Jambore 2025.
Peserta Jambore Remaja Masjid Kota Kediri 2025 mempraktikkan pembuatan eco enzyme sebagai aksi peduli alam.(Foto: Moch Abi Madyan)

Komitmen ekologis juga terlihat dari keterlibatan peserta, termasuk Remaja Masjid Nurul Jannah Gren Asoka. Mereka mempraktikkan pengolahan sampah organik menjadi pupuk serta produk non-organik menjadi eco-brick dan masker wajah. Program ini menjadi ruang belajar baru bagi banyak peserta.

Nurul Azriani (20), peserta asal Kelurahan Ngronggo, menyebut kegiatan itu membuka wawasan tentang nilai guna sampah. “Sangat bagus. Ini program pertama kali diadakan,” katanya. Ia berharap kegiatan seperti ini bisa menggugah pemuda lainnya memahami bahwa sampah dapat diolah dan memiliki nilai guna. “Mungkin membuat warga atau para pemuda-pemudi yang lain itu bisa tahu, sampah yang sebenarnya harus dibuang itu bisa bermanfaat ternyata, ya,” ujarnya. Ia juga memuji kekompakan panitia dalam mengelola program.

Wali Kota Ingatkan Ancaman Banjir

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menyampaikan bahwa tantangan lingkungan yang dihadapi dunia kini juga dirasakan di tingkat lokal. Banjir menjadi salah satu ancaman yang kerap muncul akibat sumbatan drainase dan minimnya kepedulian lingkungan. Ia menilai remaja memiliki peran strategis untuk mengubah pola ini.

“Kita ingin anak-anak muda memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan. Menanam pohon adalah langkah kecil, tetapi dapat menjadi upaya pencegahan banjir yang masih terjadi di beberapa titik Kota Kediri,” ujar Vinanda.

Ia menegaskan potensi bencana di Kota Kediri cenderung lebih ke bencana banjir akibat luapan selokan trotoar yang disinyalir adanya gundukan sampah dan sedimen pasir di dalamnya. Namun luapan air banjir tersebut bisa ditanggulangi dan akan surut setelah hujan mereda dalam hitungan jam.

” Potensi bencana alam di Kota Kediri cenderung lebih ke bencana banjir,”ungkap Mbak Wali.

Komitmen Tiga Pilar

Menjelang sore, kegiatan ditutup dengan salat Asar berjemaah. Penutup yang sederhana tetapi sarat makna: syiar Islam, aksi lingkungan, dan kreativitas remaja adalah tiga pilar yang terus ingin dijaga dalam agenda tahunan ini.

Jambore Remaja Masjid Kota Kediri 2025 menjadi gambaran bahwa gerakan lingkungan, dakwah kreatif, dan penguatan komunitas bisa berjalan beriringan. Digerakkan oleh remaja, difasilitasi pemerintah, dan didorong oleh kolaborasi lintas pihak. (*)

Penulis: Moch Abi Madyan