Ia menambahkan, kondisi ekonomi saat ini sedang sulit, sehingga pejabat seharusnya lebih berpihak pada masyarakat.
“Pejabat arogan tidak pro rakyat maka harus ada evaluasi diri,” katanya.
Aksi anarkis massa tak hanya membakar gedung DPRD dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri yang terletak di Jalan Soekarno Hatta Kecamatan Ngasem. Tetapi juga menjalar ke Museum Bhagawanta Bari di belakang Kantor Pemkab Kediri. Bangunan bersejarah itu ikut menjadi sasaran, dan sejumlah koleksi penting dilaporkan hilang.
Ketua Dewan Kesenian Jawa Timur, Imam Mubarok, mengatakan ada tiga artefak yang raib, yakni dua plakat HVA Sidomulyo, satu bata berinskripsi, serta Arca Sumbercangkring.
“Ini bukan masalah kerugian, tapi nilai sejarah,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, aparat TNI-Polri masih bersiaga di titik strategis Kota dan Kabupaten Kediri untuk mencegah meluasnya kerusuhan. (*)