Kediri  

Dorong Pertumbuhan Industri Kerupuk, Sekelompok Pengusaha Resmi Membentuk Asproki

Dorong Pertumbuhan Industri Kerupuk, Sekelompok Pengusaha Resmi Membentuk Asproki
Sejumlah produsen kerupuk sedang menunjukkan program kerja Asproki di depan salah satu caffe di Kota Kediri.

KEDIRI (WartaTransparansi.com) –Kerupuk adalah jenis makanan ringan yang banyak digemari karena rasanya yang gurih, dan teksturnya yang renyah saat digigit. Dari anak-anak hingga orang dewasa banyak menyukai kerupuk. Jenis kerupuknya pun bermacam-macam, mulai dari kerupuk tepung hingga kerupuk kulit.

Pengolahan kerupuk menjadi makanan siap saji relatif mudah, yaitu menggunakan tepung yang diolah kemudian dijemur di bawah terik matahari. Makanan ini bisa bertahan hingga berbulan-bulan, tak sulit untuk menjual kerupuk karena banyak tempat makan dan restoran yang menyediakan makanan ini dalam menunya.

Tingginya permintaan akan kerupuk membuat peluang usaha kuliner ini sangat menguntungkan. Namun kini kondisi tersebut tidak lepas dari kenyataan bahwa bahan baku berupa tepung terigu, tepung tapioka, tepung sagu, atau tepung beras tidak tersedia dengan harga yang seharusnya dibilang terjangkau, kemudian adanya kendala izin usaha dan lain sebagainya, menjadikan momok tersendiri bagi produsen kerupuk.

Atas dasar inilah sekelompok produsen kerupuk telah bersepakat untuk mendirikan Asosiasi Produsen Krupuk Indonesia (Asproki) di Kediri. Tak hanya menjangkau wilayah Kediri saja, asosiasi tersebut direncanakan akan merambah ke seluruh wilayah Indonesia.

“Kita sementara 10 orang telah bersepakat untuk mendirikan Asproki, karena belum ada badan atau asosiasi yang menaungi para produsen atau UMKM kerupuk di Indonesia,” kata pendiri Asproki, Aan Febriadi, Minggu, (30/6/2024).

Pria yang juga berkecimpung dalam dunia advokat ini mengatakan, keberadaan Asproki diperlukan guna dapat menaungi dan mengarahkan kegiatan usaha sejumlah produsen kerupuk.

Selama ini industri kerupuk masih beroperasi tanpa payung organisasi yang jelas, sehingga berbagai tantangan dihadapi produsen belum dapat dikelola secara terstruktur dan kolektif. Oleh karena itu, peran Asproki adalah memberikan dukungan, baik dalam pendaftaran perusahaan maupun memberikan pendampingan kepada anggotanya jika terjadi sesuatu yang berkaitan dengan hukum guna memperoleh keamanan dan kenyamanan dalam menjalankan bisnisnya.

“Dalam waktu dekat kami akan menggalang pengurusan izin usaha milik para anggota Asproki melalui asosiasi, atau adanya sejumlah perizanan yang belum dilengkapi oleh pemilik usaha menjadi celah bagi aparat penegak hukum,” imbuh Aan.

Dengan telah dibentuk Asproki, sambung Aan, akan dapat mengakomodasi segala macam jenis kerupuk yang dihasilkan oleh para produsen, dari kerupuk udang, kerupuk ikan, kerupuk kulit, hingga kerupuk aci dan kerupuk sayuran.

Bagi para produsen kerupuk yang berminat untuk bergabung dengan Asproki, pendaftaran kini semakin mudah dengan adanya media sosial meliputi Facebook, Instagram, Tiktok, dan sebagainya. Asproki pun turut mengundang seluruh produsen kerupuk, baik dari skala kecil, menengah, maupun besar, untuk menjadi bagian dari asosiasi ini dan menikmati berbagai manfaat yang ditawarkan.

“Apapun segala macam jenis kerupuk yang dihasilkan, produsen dapat bergabung dengan kita. Sementara ini bagi berdomisili di Kediri dapat berkunjung ke RT 1/ RW 1, Dusun Manyarejo, Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri,” urai Aan.

Adanya Asproki, menjadi sebuah badan atau asosiasi yang dapat mengarahkan dan mendukung kegiatan usaha kerupuk agar dapat berkembang lebih pesat dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional.

Diharapkan juga, industri kerupuk Indonesia dapat menjadi lebih terorganisir, inovatif, dan kompetitif di pasar global. (*)