Minggu, 21 Juli 2024
24 C
Surabaya
More
    LapsusLaporan HajiPPIH Embarkasi Surabaya Dilantik, Jangan Terjadi Jamaah Sudah Masuk Pesawat Diturunkan

    PPIH Embarkasi Surabaya Dilantik, Jangan Terjadi Jamaah Sudah Masuk Pesawat Diturunkan

    SURABAYA (WartaTransparasi.com) – Petugas haji embarkasi Surabaya hendaknya mengantisipasi dini semua kemungkinan yang bakal dialami para Jamaah haji. Jangan sampai terjadi jamaah sudah diatas pesawat lalu diturunkan hanya karena mendadak sakit atau mendadak takut naik pesawat dan minta turun. Apapun alasannya, itu tidak boleh terjadi.

    Pesan ini disampaikan Pj. Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono ketika melantik petugas penyelenggara Ibadah haji (PPIH) Embarkasi Surabaya di Gedung Muzdalifah Asrama Haji Surabaya, Jumat (3/5/2024). Pelantikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Nomo 398/2024 tanggal 21 April 2024.

    Hadir dalam acara pelantikan PPIH Jawa Timur selain Pj. Gubernur Adhy Karyono (selaku koordinator), Pj. Sekdaprov Bobby Soemiarsono, Plt. Kanwil Kemenag Jawa Timur Mufi Imron Rosyadi dan Direktur Urusan Haji Kemenag Syaiful Mujab, menejer operasional Saudi Airlines Yusuf Rahmani.

    Adhy Karyono mengatakan, jamaah haji asal Jawa Timur tahun 2024 berjumlah 39.228 lebih. Jumlah tersebut yang tertinggi se Indonesia. Mereka terbagi dalam 106 kloter. Kloter pertama jamaah akan masuk asrama haji tanggal 11 Mei 2024 Jamaah asal Bojonegoro, lalu disusul Jamaah asal kabupaten Lamongan dan terakhir tanggal 9 Juni 2024.

    Adhy Karyono mengatakan, pelantikan petugas haji saat ini adalah bagian penting sekaligus menunjukkan kepada publik bahwa kita serius menangani calon jamaah haji ini. Penanganan jamaah dinilai sangat sensitif dan krusial.

    Begitu Jamaah masuk asrama haji, kata Adhy Karyono, semua petugas harus sudah siap sesuai fungsinya masing masing. Tim kesehatan langsung betugas mengecek kesehatan Jamaah, begitu juga dengan petugas kepabeaan.

    Mereka yang belum pernah melihat asrama haji, terutama dari pelosok desa, suasananya mungkin akan berbeda dan perlu adaptasi. “Intinya SOP harus dijalankan dengan baik,” tegasnya.

    Dia mengatakan, tahun ini Pemerintah Arab Saudi banyak memberikan kemudahan kepada Indonesia. Misalnya kuota jamaah yang terus ditambah seiring dengan daftar tunggu yang semakin tinggi, 34 tahun.

    Tahun ini Pemerintah Arab Saudi memberikan kemudahaan pada Indonesia berupa layanan fast track dimana pemeriksaan dukumen seperti paspor dilakukan di embakasi. Jadi semua urusan selesai disini.

    Melalui fast track ini tidak akan terjadi antrian panjang. Dan jamaah begitu turun dari pesawat bisa langsung berangkat ke Jeddah atau Madinah. Fast track ini adanya baru embarkasi Surabaya dan Solo, sebelumnya Jakarta. (*)

    Reporter : Amin Istighfarin

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2024 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan