Dilokasi yang sama Abdul Somad, selaku perwakilan dari Kementerian Agama sekaligus sebagai narasumber, mengatakan bahwa salah satu tantangan pelaku usaha yakni masih kurangnya literasi digital, sehingga, diperlukan upaya berbagai pihak untuk bersama-sama melakukan sosialisasi dan edukasi sertifikasi halal ini.
“Kalau ada kesulitan, mari kita belajar bersama-sama, mari kita tanya ke Pendamping Proses Produk Halal (P3H) supaya bisa mendapatkan kemudahan”ungkapnya.
Sementara itu, menanggapi kegiatan tersebut, Ivone Inggar, salah satu pelaku UMK dengan produk Gyoza, merasa sangat antusias dengan diselenggarakannya sosialisasi yang diikuti 150 pelaku usaha di Kota Kediri tersebut.
Menurutnya usai menyimak materi dari narasumber dirinya jadi lebih memahami mengenai seluk-beluk sertifikasi halal. Ia juga berharap setelah mengikuti kegiatan ini usaha yang digelutinya semakin tinggi peminat dan dapat menjangkau market yang lebih luas
“Penjelasan-penjelasan yang dipaparkan sangat dibutuhkan oleh para pelaku UMK Kota Kediri. Salah satu hal yang paling Saya tunggu adalah program sosialiasasi halal gratis (SEHATI), di mana Saya bisa memperkuat bukti bahwa apa yang Saya jual adalah produk yang halal dan baik dikonsumsi,” tutupnya. (*)





