Sabtu, 13 April 2024
30 C
Surabaya
More
    Jawa TimurMagetanEmpat Desa Di Lembeyan Keluhkan Aliran Sungai Tersumbat Akibat Pembuangan Limbah Perusahaan...

    Empat Desa Di Lembeyan Keluhkan Aliran Sungai Tersumbat Akibat Pembuangan Limbah Perusahaan Cucian Pasir

    MAGETAN (WartaTransparansi com) – Para petani terutama di empat desa, mengeluh akibat pendangkalan sepanjang saluran Sungai yang dibuat irigasi mengairi lahan pertaniannya. Empat desa tersebut yakni Desa Lembeyan Kulon, Lembeyan Wetan dan Pupus. Hal ini disebabkan oleh pembuangan limbah pencucian pasir yang ada di wilayahnya langsung ke Sungai.

    Dampaknya sangat dirasakan ketika musim kemarau tiba, tidak ada debit air sama sekali untuk irigasi. Limbah cucian pasir mengalir sampai menyumbat saluran di desa sekitar. “Endapan lumpur sampai 80 cm dari dasar Sungai,” Ujar AG salah satu petani di Desa Lembeyan Wetan Minggu (24/2/2024).

    Dulu sebelum ada perusahaan pencucian pasir, selalu ada sumber air keluar yang mengalir lewat Sungai tersebut walau pada musim kemarau, hingga warga tidak kesulitan air untuk kepentingan irigasi.

    Baca juga :  Polres Magetan turunkan pasukan DROGBAN Di Tanjakan Sarangan-Cemoro Sewu

    Sekitar tahun 2020 lalu, pernah dikeruk dan dilebarkan, dan dampaknya baru terasa pas kemarau kemarin. Jika ada iktikad baik dari pengelola, warga tidak mempermasalahkan keberadaan pencucian pasir. ” Masyarakat berharap, pengelola perusahaan cucian pasir memperhatikan betul aspek lingkungan. sehingga tidak berdampak langsung terhadap lahan warga,” harapnya

    Salah seorang anggota LSM Walidasa menyampaikan berdasarkan dokumen UKL-UPL, pengolahan limbah tidak boleh dibuang ke saluran sungai/irigasi secara langsung. Harus ditampung di tempat kolam penampungan (IPAL, dua bulan sekali pengelola wajib membersihkan kolam penampungan limbah tersebut.

    Dinas Lingkungan Hidup harus segera turun ke lokasi Jika terbukti pihak pengelola abai dalam mengolah limbah, DLH harus segera melayangkan surat peringatan agar proses pengolahan limbah semakin diperketat. (*)

    Reporter : Rudy Ardi

    Sumber : Wartatransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan