Selasa, 23 April 2024
29 C
Surabaya
More
    Politik PemerintahanBawaslu Temukan Tindakan Intimidasi dan Pengarahan Pemilih di 2.271 TPS

    Bawaslu Temukan Tindakan Intimidasi dan Pengarahan Pemilih di 2.271 TPS

    JAKARTA (Wartatransparansi.com) – Hasil patroli pengawasan pelaksanaan pemilu di 38 provinsi, Bawaslu menemukan terjadinya tindakan intimidasi, mobilisasi atau mengarahkan pilihan pemilih yang dilakukan oleh tim sukses, peserta pemilu, dan penyelenggara di 2.271 TPS.

    Menurut Anggota Bawaslu Lolly Suhenty, kejadian-kejadian itu terjadi ketika masyarakat akan menggunakan hak pilihnya di TPS. “Ada 2.271 TPS, didapati terjadi intimidasi kepada pemilih dan penyelenggara pemilu di TPS,” katanya dikutip laman Bawaslu, Sabtu (17/2/2024).

    Sebelumnya, Ketua Bawaslu Rahmat Bagja mengatakan tentang temuan 19 masalah pada pemungutan suara dan penghitungan suara 14 Februari 2024. Di antaranya, terbagi atas 13 permasalahan pada pemungutan suara dan enam permasalahan pada pelaksanaan penghitungan suara.

    Baca juga :  Survei Sedang Berjalan, PDIP Pertimbangkan Kader Muda di Pilgub Jatim

    “Data tersebut berdasarkan hasil patroli pengawasan di 38 provinsi yang dituangkan melalui aplikasi Sistem Informasi Pengawasan Pemilu (Siwaslu) hingga 15 Februari 2024 pukul 06.00 WIB,” katanya.

    Bagja menyebutkan, saat ini, jajaran pengawas Pemilu sedang melakukan penelitian dan pemeriksaan terhadap potensi pemungutan suara ulang dan penghitungan suara ulang, pemungutan serta penghitungan suara lanjutan dan susulan.

    “Bagi KPPS yang telah selesai melakukan penghitungan suara, jajaran pengawas juga mulai melakukan pengawasan penyerahan kotak suara dari KPPS ke PPS pada hari yang sama,” tukasnya.

    Menyangkut 13 masalah pemungutan suara, Lolly merincikan menjadi beberapa hal. Di antaranya terdapat 37.466 TPS yang mengalami pembukaan pemungutan suara dimulai lebih dari pukul 07.00.

    Baca juga :  Anggota FPG DPR RI Sarmuji, Keputusan MK Sudah Memenuhi Keadilan

    “TPS yang buka lebih dari pukul 07.00, berada di Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Banten, Jawa Timur, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan,” ujarnya.

    Lolly yang juga sebagaiu Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu tersebut turut menyampaikan enam masalah pada penghitungan suara. Beberapa di antaranya, 11.233 TPS yang didapati adanya Sirekap tidak dapat diakses oleh pengawas pemilu, saksi, dan/atau masyarakat.

    Lalu, ada 1.895 TPS yang didapati Pengawas TPS tidak diberikan Model C.Hasil Salinan yang terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Riau, dan Yogyakarta. ATerkait 19 temuan masalah dalam pemungutan dan penghitungan suara tersebut, Bawaslu memberi beberapa tindaklanjut hasil pengawasan, yang disampaikan oleh Anggota Bawaslu Puadi.

    Baca juga :  Emil Dardak: Hubungan Kami dengan Bu Khofifah Baik-baik Saja

    Terhadap TPS yang buka lebih dari pukul 07.00, misalnya, jajaran pengawas pemilu sudah menyampaikan saran kepada KPPS agar pemungutan suara dimulai sesuai waktu pada ketentuan.

    “Jadi pengawas pemilu di lapangan sudah memberikan saran kepada KPPS yang dimaksud, agar TPS dimulai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan peraturan perundang-undangan,” terangnya.

    Puadi menegaskan terkait Pengawas TPS yang tidak diberikan Model C Hasil-Salinan sesuai jenis pemilu dan Sirekap tidak dapat diakses oleh pengawas pemilu, saksi, dan/atau masyarakat, jajaran pengawas pemilu juga sudah menyampaikan saran kepada KPPS di TPS yang ditemukan masalah tersebut. (*)

    Reporter : Wetly

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan