Tjandra Gunawan juga tak pelit berbagi pengalamannya dalam mendidik putranya hingga mampu meraih prestasi gemilang di tingkat nasional. Bahkan, putranya telah mengikuti puluhan kompetisi dan meraih beberapa penghargaan.
” Jadi rutinitas setiap hari, saya bersama istri. Kita memberikan waktu untuk belajar coding (bahasa pemrograman.red) setengah jam lamanya kepada putranya,” papar Tjandra.
Hal lain yang dilakukan orang tua adalah memberikan ide-ide untuk mendukung tumbuh kembang putranya. Yakni, mengubahnya ke projek aplikasi khususnya permainan. Orientasi permainan yang dipilih, yakni kegemaran Radisya Raisvan Gunawan sejak duduk di kelas 4 SD, ia telah gemar memainkan berbagai permainan digital.
” Nah disitulah saya berinisiatif, agar anak saya tidak sekedar memainkan aplikasi permainan. Namun, juga bisa membuat aplikasi permainan,” tutur Tjandra.
Selain memberikan ruang dan kesempatan untuk berkarya. Tjandra Gunawan juga sering mengikut sertakan putranya dalam berbagai perlombaan, secara tidak langsung mempengaruhi mental dan pengalamanyan dalam berkompetisi.
” Untuk perlombaan tingkat nasional lebih dari 10 anak saya ikutkan lomba, dan rata-rata memperoleh predikat juara paling buruk masuk 10 besar,” jelas Tjandra.
Meski disetiap perlombaan baik tingkat daerah hingga nasional yang telah diikuti oleh Radisya Raisvan Gunawan berjalan mulus selalu. Adakalanya kegagalan juga sempat dialami. Maka salah satu caranya, kata Tjandra, adalah dengan memberikan dorongan motivasi atau pesan-pesan bijak ketika mengalami kegagalan.
Hal ini dilakukan agar mentalnya tidak turun, bahkan mengalami frustasi.
” Ketika Radisya Raisvan Gunawan mengalami kekalahan dalam sebuah lomba. Saya dan istri saya ajari dia untuk instrospeksi dan mengevaluasi diri apa yang menyebabkan kegagalan serta terus meningkatkan proses belajarnya,” terang Tjandra.
Dilokasi yang sama, peraih juara 1 Radisya Raisvan Gunawan, mengutarakan, perasaanya dapat membanggakan kedua orangtuanya dan berhasil membawa nama baik sekolah serta daerah di ajang kejuaraan robotika 2024.
” Untuk persiapan projek lomba saya buat sekitar 3 hari bertema menjaga bumi kita dengan nama “alien attack”, ucap siswa kelas 6 SD Laboratorium UN PGRI Kediri yang akrab disapa Radisya.
Ia mengatakan selain sebagai bekal masuk sekolah SMP favorit di Kota Kediri, rencana mendatang dirinya akan membuat karya aplikasi yang lebih bagus dibandingkan sebelumnya.
” Harapan saya bisa masuk SMP 1 Kota Kediri dan pastinya akan membuat karya yang lebih bagus lagi,” tutupnya. (*)





