KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Masyarakat Kota Kediri sudah waktunya mengurangi produksi sampah. Karena setiap hari sampah yang masuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Klotok, menurut data dari Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri pada 2022, setiap harinya TPA Klotok menerima 140 ton sampah.
Hal inilah membuat rasa prihatin Caleg Partai Golkar Dapil 3 Kecamatan Mojoroto Kota Kediri Imam Wihdan Zarkasyi atas kondisi lingkungan, dan sekaligus mendorong masyarakat agar pengelolaan sampah berkelanjutan bisa menjadi manfaat keuntungan atau cuan.
“Kita kembangkan dan didorong tentang Instalasi Pengolah Sampah Domestik (IPSD) untuk dijadikan maggot dan membuat komposting serta sampah plastik yang tidak terolah, kita jadikan bahan bakar sisa plastik untuk pabrik-pabrik yang membutuhkan pemanas,” ucap Imam Wihdan Zarkasyi, di Kediri, Sabtu (27/1/2024)
Ia menerangkan idealnya Kota Kediri memiliki 1 lokasi tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R) TPS3R di setiap Kelurahan untuk mengurangi sampah yang masuk ke TPA Klotok, guna meminimalisir potensi penumpukan sampah.





