Kamis, 22 Februari 2024
26 C
Surabaya
More
    Jawa TimurKediriUHC Tercapai, Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan Terus Digenjot Mas Dhito

    UHC Tercapai, Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan Terus Digenjot Mas Dhito

    KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Pemerintah Kabupaten Kediri pada 2023 berhasil meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

    Penghargaan yang diterima menjadi bukti komitmen Pemerintahan Bupati Hanindhito Himawan Pramana dalam mewujudkan implementasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk masyarakat.

    Tercatat dari 1.674.818 jiwa penduduk di Kabupaten Kediri hingga Desember 2023 sebanyak 1.607.772 jiwa atau 96 persen tercover jaminan kesehatan.

    “Target UHC sudah tercapai tapi ini harus diikuti oleh kualitas dan kemudian akses fasilitas pelayanan kesehatan pada semua tingkat,” kata Mas Dhito, Minggu (31/12/2023).

    Seiring dengan capaian itu, akses pelayanan kesehatan ditingkatkan dengan membuka layanan poli sore yang dimulai dari Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK) dilanjutkan Puskesmas.

    Baca juga :  Peluang Mengurangi Ratusan Ton Sampah di Kota Kediri

    Termasuk adanya layanan antar obat ke rumah pasien yang diberikan RSKK, kemudian pembangunan gedung baru RSKK untuk menambah ruangan rawat inap bagi pasien.

    Mas Dhito menekankan, upaya yang telah dilakukan tersebut akan menjadi sia-sia ketika tidak diimbangi dari kualitas pelayanan dari tenaga kesehatan.

    Pihaknya memastikan akan terus memantau kualitas pelayanan yang diberikan petugas kesehatan baik itu rumah sakit daerah maupun 37 puskesmas yang ada di Kabupaten Kediri.

    “Sektor kesehatan ini saya pantau betul, pelayanan kepada pasien juga harus ramah, itu akan saya cek,” tuturnya.

    Bupati muda yang mulai menjabat pada 26 Februari 2021 itu berharap dengan capaian UHC itu ke depan terus diikuti dengan peningkatan pelayanan kesehatan termasuk komunikasi yang memuaskan.

    Baca juga :  Peluang Mengurangi Ratusan Ton Sampah di Kota Kediri

    Mas Dhito bahkan telah menekankan hal itu kepada dua direktur rumah sakit daerah baik itu RSKK maupun RS SLG termasuk Kepala Dinas Kesehatan untuk terus memantau jajarannya.

    “Kalau masih ada di tingkat puskesmas, di tingkat rumah sakit yang memberikan pelayanan dan komunikasi kepada masyarakat tidak ramah, copot, keluarkan,” tegas Mas Dhito.

    Sikap tegas ini menjadi bukti komitmen bupati muda tersebut dalam memberikan pelayanan dan akses kesehatan yang berkualitas dan memuaskan bagi masyarakat di Kabupaten Kediri.

    Sektor kesehatan ini menjadi bagian program prioritas Bupati Hanindhito Himawan Pramana. Dari beberapa program prioritas pemerintah Kabupaten Kediri di tahun 2024 mendatang, kesehatan bahkan menjadi salah satunya.

    Baca juga :  Peluang Mengurangi Ratusan Ton Sampah di Kota Kediri

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri Ahmad Khotib mengungkapkan, pada tahun 2023, mengalokasikan anggaran untuk program UHC dan layanan poli sore mencapai Rp70 miliar.

    Upaya pemerintah daerah tersebut menurut dia harus disertai langkah-langkah yang jitu agar peserta JKN bertambah. Seperti pada segmen kepesertaan dapat diterapkan pada pekerja agar diharuskan untuk mendaftarkan anggota secara mandiri.

    “Sehingga prinsip sinergisitas antara pemerintah dengan masyarakat betul-betul terpenuhi,” tambahnya. (*)

    Reporter : Moch Abi Madyan

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan