Debat Cawapres Menghangat Saat Bahas Infrastruktur IKN dan Kontribusi Swasta

Debat Cawapres Menghangat Saat Bahas Infrastruktur IKN dan Kontribusi Swasta
Debat putaran pertama calon wakil presiden (Cawapres) 2024 di Jakarta Convention Center (JCC) pada Jumat (22/12/2023), berlangsung cukup hangat. Itu terjadi ketika membahas seputar pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur, dan kontribusi swasta.

“Mungkin Prof Mahfud dan Gus Muhaimin kurang paham dengan apa yang sudah saya paparkan. Saya juga sudah sampaikan soal infrastruktur sosial, stunting itu loh pak, tapi enggak apa-apa, saya jelaskan lagi,” kata Gibran.

Untuk menangani penyediaan infrastruktur sosial itu, Gibran menekankan sudah mencanangkan program makan siang gratis. Dan anggaran untuk program itu masih berasal dari pemerintah sebesar Rp 400 triliun.

Ia menekankan, kucuran anggaran itu harus dikeluarkan pemerintah sebagai bentuk investasi kepada masyarakat Indonesia untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045 atau Indonesia Negara Maju.

“Rp 400 triliun ini adalah stimulan untuk ibu-ibu warteg-warteg, warung-warung, katering-katering yang ada di daerah,” ucap Gibran.

“Bayangkan Rp 400 T mengucur ke daerah-daerah, semua ibu-ibu ikut memasak makan siang untuk anak-anak kita, itu pak yang saya maksud dengan infrastruktur sosial,” tegasnya.

Suasana debat juga cukup hangat ketika membahas topik perkotaan. Cak Imin mengatakan tekadnya untuk membangun 40 kota selevel Jakarta di wilayah-wilayah tanah air. Menurutnya, kebijakan itu diperlukan untuk pemerataan penduduk.

“Minimal harus dibangun 40 kota baru yang selevel dengan Jakarta, dengan kemampuan menampung jumlah penduduk, dan kemampuan terjaganya lingkungan untuk sehat, termasuk kehidupan yang beri kenyamanan bagi seluruh penduduk,” katanya.

“Di mana perumahan tidak terlampau jauh dari pusat kota, akses pendidikan harus sampai ke yang membutuhkan, sementara fiskal, kita harus pandai tentukan prioritas,” tambahnya sambil menjelaskan bahwa pihaknya bukan tak setuju pembangunan IKN namun perlu ada prioritas.

Cak Imin menilai situasi yang menimpa Banjarmasin (Kalimantan Selatan) hingga Pontianak (Kalimantan Barat) tidak menggembirakan. Padahal, kota-kota itu bisa diubah menjadi lebih baik.

“Terakhir, perkotaan butuh pendanaan, kita harus libatkan investor swasta yang kita beri kepercayaan lebih baik,” ujar Cak Imin.

Gibran merespon dan mengaku heran dengan sikap Cak Imin yang menolak IKN namun ingin menciptakan 40 kota se-level Jakarta.

“Yang jelas untuk masalah perkotaan kita harus menggarap transportasi umumnya. Kita pastikan transportasi umum aman dan nyaman terutama bagi kaum disabilitas, lansia, dan anak anak,” ujar Gibran.

Mahfud MD mengaku kaget dengan rencana AMIN membangun 40 kota selevel Jakarta. Mahfud mempertanyakan apakah rencana tersebut bisa dieksekusi selama lima tahun masa jabatan presiden-wakil presiden. (cnbc/wet)