Kamis, 29 Februari 2024
26 C
Surabaya
More
    Jawa TimurKediriBuku Politik Pertahanan Karya Dahnil Anzar Simanjuntak Dibedah di Ponpes Wali Barokah...

    Buku Politik Pertahanan Karya Dahnil Anzar Simanjuntak Dibedah di Ponpes Wali Barokah Kediri

    KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kediri bersama Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia (RI) mengelar bedah buku politik pertahanan karya Dahnil Anzar Simanjuntak.

    Dahnil Anzar Simanjuntak kini menjabat sebagai juru bicara Menteri Pertahanan RI memaparkan buku terbarunya Politik Pertahanan di hadapan staf Ahli Menteri Pertahanan bidang politik Mayjen TNI Drs Nugroho Sulistyo Budi, Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro Prof Dr Singgih Tri Sulistiyono dan Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dr Ardito Bhinadi Ketua Pusat LDII Chrsiwanto Santoso Ketua Pondok Pesantren LDII KH. Sunarto.

    Tak hanya itu, Kegiatan bedah buku ini berhasil menyedot antusias ribuan peserta, hadir pula dalam bedah buku ini.

    Ketua Pondok Pesantren LDII Wali Barokah KH. Sunarto, menyampaikan pihaknya memberikan apresiasi kepada Kementerian Pertahanan RI yang telah memberikan kepercayaan, dan memberikan kesempatan kepada kalangan santri khususnya generasi muda dalam proses pertahanan nasional berupa bedah Buku Politik Pertahanan.

    ” Allhamdulilah kami telah mendapat kepercayaan sekaligus support dari kementerian pertahanan RI. Untuk menyelenggarakan acara yang betul betul luar biasa ini dengan mengikutkan generasi muda satriwan dan santriwati pondok pesantren kami,” paparnya.

    Baca juga :  Ditangan Bupati Hanindito Himawan Pramana, Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Kediri Alami Kenaikan

    Lanjut KH. Sunarto juga meyakini bahwa adanya bedah buku dapat memberikan pengetahuan yang tepat terhadap santri mengenai konsep bela negara dan pertahanan. Terutama oleh penulis buku Dahnil Anzar Simanjuntak materi yang diangkat seputar pertahanan. Maka secara tidak langsung menjadi landasan utama dalam mempertahankan eksistensi bangsa Indonesia.

    Lebih lanjut KH. Sunarto, menuturkan isi buku yang dibahas mencakup seluruh persoalan yang berkaitan dengan visi nasional, pertahanan negara, dan partisipasi masyarakat dalam sistem pertahanan dan keamanan.

    “ Penulis berusaha memberikan pesan kepada kita semua tentang gangguan dan ancaman tersebut. Kita semua perlu memiliki pemahaman dan pengetahuan tersebut, para pembina dan generasi muda termasuk para santri Ponpes agar cita-cita dalam pendidikan pesantren bisa berjalan sukses,” ungkapnya.

    Sementara itu, Penulis buku, Danhil Anzar Simanjuntak, menjelaskan latar belakang penulisan buku ini yang ingin meningkatkan literasi publik soal pertahanan dan keamanan Indonesia. Sebagai literasi di pondok pesantren.

    Baca juga :  Permudah Akses Layanan Kesehatan Bagi Warga, Mas Dhito Wujudkan Kabupaten Sehat

    Hal ini mengingat pertahanan negara bukan hanya tanggung jawab Kementerian Pertahanan dan TNI. Melainkan seluruh masyarakat termasuk santri.

    “Kami ingin memasukkan diskusi pertahanan, literasi pertahanan ke lingkungan pesantren, kiai dan santri, jadi wacana pertahanan tiidak sekadar berkaitan dengan militer tapi juga terkait pertahanan pangan, ekonomi, budaya agama dan sebagainya,” ujarnya.

    Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah 2014-2028 menyampaikan, bahwa kemerdekaan dilahirkan tidak lepas dari perjuangan kelompok santri. Bahkan TNI sendiri lahir dari rahim seorang santri. Jenderal Sudirman adalah santri. Maka simbolisasi pertahanan Indonesia harus didekatkan dengan santri, pondok pesantren dengan kyai.

    Maka, ia berharap pondok pesantren Walibarokah bisa menjadi salah satu pelopor pondok pesantren yang bisa mendorong teknologi sektor pertanian sehingga bisa menopang perekonomian.

    ” menurut saya hampir semua pondok pesantren di Indonesia selalu mengajarkan tentang makna arti kebangsaan. Termasuk juga Pondok Pesantren Walibarokah Kediri,” terangnya.

    Baca juga :  Dukung Produksi Darah Berkualitas, PMI Kabupaten Kediri Bakal Jalin Kerjasama dengan BPOM

    Dilokasi yang sama, Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Politik, Mayjen TNI Drs Nugroho Sulistyo Budi, mengatakan kegiatan bedah buku yang diselenggarakan di Ponpes Walibarokah Kediri merupakan sebuah terobosan bagus.

    Hal ini menunjukkan, bahwa tidak hanya tentara tetapi juga warga termasuk santri Ponpes andil bertanggung jawab terhadap masalah pertahanan negara. Sosok santri Ponpes adalah insan yang diproyeksikan sebagai penerus bangsa. Tidak hanya cerdas secara intelektual akan tetapi memiliki nilai nilai budi luhur.

    ” Ke depan kita menghadapi bonus demografi. Kita memiliki anak-anak muda tidak hanya cerdas tetapi juga punya akhlak dan punya hati. Kita berharap para santri bisa berkolaborasi sehingga memiliki generasi yang unggul,” urai Mayjen TNI Drs Nugroho.

    Ia juga menjelaskan santri bisa berkolaborasi dalam pertahanan negara melalui keilmuannya masing-masing. Menurutnya berperan dalam pertahanan negara tidak harus dengan bertempur.

    “Tidak harus bertempur tetapi profesional di bidang masing-masing. Itu sudah merupakan bagian dari bela negara, bela kebangsaan dan pertahanan negara,” pungkasnya. (*)

    Reporter : Moch Abi Madyan

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan