Kamis, 29 Februari 2024
26 C
Surabaya
More
    LapsusMenuju Pilpres 2024Pengamat Politik Surokim: Machfud dan Khofifah Potensial Jadi Cawapres

    Pengamat Politik Surokim: Machfud dan Khofifah Potensial Jadi Cawapres

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Pengamat politik yang juga Dosen Universitas Trunojoyo Bangkalan, Surokim Abdussalam menilai Menko Polhukam Machfud MD dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sama-sama memiliki pontensi electoral yang baik dan menjanjikan.

    Hal itu diakuinya ketika nama keduanya disebut-sebut masuk bursa Calon Wakil Presiden pada Pilpres 2024 mendatang. Kata Surokim kepada Wartatransparansi.com, Jumat (6/10/2023) pagi tadi.

    Seperti diketahui dari tiga Capres yang sudah dipastikan bakal bersaing di Pilpres RI tahun depan, baru Anies Baswedan yang sudah mengusung calon wakil presiden untuk mendampinginya, yakni Muhaiman Iskandar (Cak Imin).

    Sementara dua capres lainnya, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto masih saling menunggu hingga tibanya masa pendaftaran.

    Sebelumnya, Komisi II DPR bersama Kementerian Dalam Negeri dan KPU menyetujui masa pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden untuk Pilpres 2024 dilaksanakan pada 19-25 Oktober 2023.

    Kesepakatan itu diambil dalam rapat dengar pendapat di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/9).

    Dua orang Jawa Timur yang dikenal dekat dengan para warga nahdliyin, ada nama Machfud MD dan Khofifah Indar Parawansa.

    Anies sendiri sudah menetapkan Gus Imin –panggilan akrab Muhaimin Iskandar – untuk menjadi cawakilnya juga karena menilai Gus Imin sebagai ketua umum PKB merupakan orang Jatim sekaligus warga nahdliyin.

    Surokim menilai selain Gus Imin, Khofifah dan Machfud juga punya relasi kultural dan struktural yang baik dengan NU dan warga nahdliyin.

    Ditambah, keduanya punya pengalaman yang komplit dan mumpuni disemua medan pengabdian baik di legislatif maupun eksekutif.

    “Bahkan pak Mahfud juga punya pengalaman panjang di yudikatif. Keduanya sudah teruji memiliki integritas dan kinerja baik. Wajar kalau posisi keduanya banyak disebut. Apalagi hasil survey keduanya juga memperlihatkan trend dan potensi elektoral yang baik,” papar peneliti senior dari Surabaya Survey Center (SSC).

    Menurut Surokim, jika kedua tokoh ini ikut kontestasi pilpres dan dengan pasangan yang berbeda tentu akan membuat pilihan warga nahdliyin terbelah dan potensial menjadi bimbang karena masing masing punya keunggulan dan kelemahan.

    “Situasinya akan menjadi kompleks dan kian rumit jika kedua tokoh NU ini head to head. Jika melihat trend perilaku memilih baik swing voters maupun undecided voters keduanya bisa dikatakan sebanding dan sebanding. Bu khofifah punya basis pemilih tradisional perempuan yang solid, pak Mahfud juga kuat di pemilih rasional,” tambahnya.

    Jika kemudian muncul pasangan Ganjar dan Mahfud serta Prabowo dan Khofifah, ini akan benar benar sulit diprediksi karena akan sangat kompetitif. tegas Surokim mengakhiri. (*)

    Reporter : Samuel/Amin

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan