Lanjut pria yang juga sutradara film ini menyampaikan, ia sangat mengapresiasi berbagai pendapat serta masukan yang baik, kritis dari seluruh pihak yang disampaikan dalam FGD.
“Beberapa narasumber berharap acara seperti ini digelar setiap satu bulan sekali untuk menumbuhkan kualitas hubungan terhadap narasumber dengan jurnalis sehingga saling memahami dan mengetahui apa yang harus dilakukan supaya jurnalisme positif itu bisa terwujud,” urainya.
Terakhir, Roma mengatakan, sejumlah isu kekinian seputar kemerdekaan jurnalis masuk dalam pembahasan FGD kali ini, salah satunya yakni kejadian yang dialami insan pers dalam menjalankan tugasnya di Kabupaten Blitar beberapa waktu lalu.
Disinyalir, masih terjadi adanya sikap apatis Pemerintah Daerah setempat dalam memberikan informasi kepada awak media. Sejatinya keberadaan pers layaknya mata, telinga dan mulut yang mencerminkan situasi riil yang ada di tengah masyarakat.
” Kami turut prihatin dan kecewa atas kejadian tersebut terlebih kami adalah sebagai komponen pilar demokrasi,” pungkasnya. (*)





