Jumat, 24 Mei 2024
31 C
Surabaya
More
    Renungan PagiMewujudkan Jiwa Merdeka & Bejo

    Mewujudkan Jiwa Merdeka & Bejo

    MANUSIA Hanya bisa menjalani. Tujuan hidup di bumi juga sudah jelas dan gamblang untuk mengabdi, menghamba serta beribadah kepada Allah SWT. “Dan tidak Aku Ciptakan jin dan manusia selain beribadah kepadaKu.” (QS Ad-Dzariyat : 56)

    Alhamdulillah, hari Kamis (10/8/2023), Al Faqir mendapatkan amanah mengisi pengajian interaktif di Ramayana Ciplaz Sidoarjo. Mulai dari Pimpinan toko, sie Rohani dan ratusan karyawan didominasi perempuan hadir di lantai 3, sebelum jam kerja mulai.

    Ternyata kegiatan membaca doa, tahlil dan istighosah rutin dilakukan tiap hari Jum’at, termasuk memperbanyak membaca sholawat.

    Akhirnya sepakat materi memperingati 1 Muharram 1445 sebagai bulan muhasabah mengulas seputar kehidupan sehari-hari dan tidak lepas dari berbagai aktifitas untuk memburu ridloNya. Diselingi sentilan humor, rata-rata jemaah membutuhkan motivasi agar hidup lebih bermanfaat, tidak terus berkeluh kesah.

    Selain menyitir firman Allah, bahwa kunci menjadi orang beruntung itu harus menomor satukan Allah, bahasa lain, “Dan taatlah kamu kepada Allah dan Rasulmu, supaya beruntung alias Bejo.”

    Baca juga :  Jamaah Stroke Sembuh, Penuhi Panggilan Allah dengan Takwa

    Hidup beruntung bagian dari fenomena kehidupan. Orang Cina menyebut: Yin dan Yan sudah menyatuh. Ternyata bercermin dari keberuntungan itu adalah pilihan kita, sesuai Hadist Qudsi-Nya, Allah berfirman, “Wahai Anak Adam, engkau lah yang mengisi (buku catatan amalmu) dan Aku yang mencatatnya.” Maka untuk menjadi hambaNya yang beruntung tidak menunggu kaya, punya jabatan, terpandang. Garis lurus naik gret dari Bejo menjadi insan bertakwa adalah membiasakan diri mohon ampun kepada pencipta bumi, langit dan seisinya.

    Hakekatnya apapun yang kita kerjakan tidak luput dari pantauan, penglihatan dan cacatan Sang Khaliq, sesuai firmanNya:
    وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ (١٠) كِرَاماً كَاتِبِينَ (١١) يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ -(١٢)
    “Dan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (perbuatanmu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Infithar : 10-12).

    Baca juga :  Jamaah Stroke Sembuh, Penuhi Panggilan Allah dengan Takwa

    Dalil lain menyebut:
    هَذَا كِتَابُنَا يَنطِقُ عَلَيْكُم بِالْحَقِّ إِنَّا كُنَّا نَسْتَنسِخُ مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ -(٢٩)
    “Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan kepadamu dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Kami telah Menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan.” (QS Al-Jatsiyah : 29).

    Dari untaian firman Allah SWT di atas semestinya tidak ada kata putus asa, patah semangat dan memilih jalan pintas yang malah menjauh dari Maha Pengampun dan Menyelesaikan segala urusan.

    Syarat mutlak menuju kesuksesan adalah membiasakan diri, istiqamah beribadah dan salat berjamaah lima waktu. Karena dari usaha yang benar, Allah menjanjikan derajat bagi kita dari keikhlasan berusaha dan mengabdi.
    وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا -(٦٩)
    “Dan orang-orang yang berusaha untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan Tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (QS Al-Ankabut 69).
    جَزَاء بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ -(١٧)
    “Sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS As-Sajdah 17).

    Baca juga :  Jamaah Stroke Sembuh, Penuhi Panggilan Allah dengan Takwa

    Sekarang pantaskah kita berbalik untuk meminta pertolongan kepada selain Allah SWT? Tentu hanya kepadaNya, kita menyembah dan meminta. Salah satu kompetensi orang sukses dan berhasil ialah yang menafkahkan rejekinya baik dalam keadaan lapang atau sempit. Mampu mengendalikan diri dari amarah dan memiliki jiwa pemaaf terhadap sesama.

    Kalau kita belum mampu, setidaknya ada keinginan untuk mengubah dan terus berusaha. Hijrah Rasulullah SAW dari Mekah ke Madinah (Yasrib) pada tahun 13 Kenabian tentu dengan ikhtiar, strategi dan pembuktian agar Allah Yang Maha Melihat menyaksikan hambaNya memburu kebajikan. Semoga di akhir hayat kita, menjadi hambaNya yang Husnul Khatimah. Aamiin. Wallahu a’lam bish-showab. (*)

    Penulis :  H.S. Makin Rahmat, Santri Pinggiran, Wartawan UKW Utama dan Ketua SMSI (Serikat Media Siber Indonesia) Jatim

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan