Jumat, 24 Mei 2024
29 C
Surabaya
More
    JakartaSekda Adhy Karyono: Jatim Berkepentingan Mendapatkan Program P3PD

    Sekda Adhy Karyono: Jatim Berkepentingan Mendapatkan Program P3PD

    JAKARTA (Wartatransparansi.com) –  Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono menghadiri secara  Rapat Koordinasi Nasional Kick Off Pelaksanaan Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) Tahun 2023.

    Acara ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri RI di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Selasa (11/7).

    Ikut hadir diantaranya Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, serta segenap gubernur, walikota, bupati, maupun mereka yang mewakili dari seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia.

    Menurut sekdaprov yang akrab disapa Adhy itu, P3PD merupakan program yang sangat vital. Mengingat program ini berseiring sengan Nawacita ketiga Presiden RI Joko Widodo, yakni membangun Indonesia dari pinggiran.

    Baca juga :  Komisi II DPR RI Rapat Kerja dengan 8 Pemkab/Pemkot Provinsi Aceh bahas RUU

    Dari pinggiran itu maksudnya dari desa. Dan Jawa Timur tentunya yang paling berkepentingan karena yang masuk dalam program kerjasama ini jumlahnya 24 kabupaten dengan desa yang hampir mencapai 4 ribuan, terangnya.

    Ada beberapa tujuan utama dari program ini, salah satunya adalah meningkatkan kapasitas aparatur desa sebagai ujung tombak pemerintahan desa. Tak hanya itu, program ini juga didesain jntuk menjaga wawasan nasional dan penguatan sosial, budaya, juga politik.

    Jadi masyarakat desa ini akan diarahkan agar mereka punya wawasan politik. Selain itu, di kontestasi Pilkada nanti, agar mereka tidak terlibat politik praktis. Apalagi dengan kontestasi politik yang sangat dinamis di Jawa Timur, tuturnya.

    Baca juga :  Yankes Bergerak Beri Layanan Kesehatan Gratis 563 Pasien Pulau Raas Sumenep

    Sementara itu, Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian mengatakan bahwa P3PD diharapkan dapat mengahalau fenomena urbanisasi di Indonesia. Sehingga, pertumbuhan penduduk dan ekonomi baik di desa maupun di kota cenderung stabil.

    Kita bisa lihat kalau di Jepang, anak-anak muda menumpuk di Kyoto, Tokyo, dan Osaka. Kalau di Korea Selatan, ada Seoul, Sejong, dan Busan. Generasi muda pindah ke kota. Akibatnya ada kenaikan tingkat stres dan penurunan keinginan menikah, pungkasnya.

    Bahkan, terang Tito, 25% penduduk Jepang berusia 20-49 tahun berstatus lajang. Hal ini kemudian

    menimbulkan masalah demografi yang luar biasa di mana terjadi penurunan pertumbuhan populasi dan angka kematian lebih tinggi dibandingkan angka kelahiran.

    Baca juga :  HPN 2025 di Riau, Diharapkan Lebih Libatkan Generasi Muda

    Untuk itu, Indonesia berkomitmen membangun negeri dari pinggiran. Hal-hal yang harus disiapkan antara lain adalah lapangan pekerjaan baru di desa.

    Agar tidak perlu lagi merantau ke kota untuk bekerja. Jadi cukup bekerja di desa, dengan penghasilan rasa kota. Sehingga desa bisa jadi sentra ekonomi baru yang setara dengan kota, ucap Tito. (syarifuddin/amin ist)

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan