Performa inilah lanjut mantan pelatih Persija dan Deltras Sidoarjo ini yang harus tetap ditunjukkan ketika meladeni Thailand yang memiliki tipikal tidak jauh beda dengan Vietnam, yakni main cepat dan kualitas permainan individu maupun tim yang cukup bagus. “Dan, kelebihan Thailand, banyak mengandalkan permainan pressing ketika lawan mendapat bola. Karena itulah pemain kita harus banyak bergerak untuk mengantisipasi pressing lawan,” katanya.
Yang penting menurut Mamak yang juga mantan striker timnas Indonesia itu dengan permainan yang imbang ini, jangan sampai Indonesia berbuat kesalahan sedikitpun yang bisa dimanfaatkan lawan. Demikian juga sebaliknya untuk lini depan, manfaatkanlah kesalahan lawan untuk membuat gol. Main penuh semangat, disiplin dan bertanggung jawab.
Faktor kebugaran pun diakui Mamak juga akan mempengaruhi permainan tim dalam sebuah turnamen seperti SEA Games ini. Tetapi, dia yakin pelatih Indra Sjafri sudah mengerti hal itu. Tim pelatih pasti memanfaatkan recovery tiga hari untuk memulihkan kondisi. Selain itu, waktu dimanfaatkan dengan mempelajari kekuatan Thailand. “Istilahnya reading the game. Baik dalam transisi permainan menyerang maupun bertahan. Semoga Indonesia mampu meraih kemenangan dan mengakhiri puasa gelar dalam 32 tahun,” tutup Mamak Alhadad. (sr)





