Selasa, 7 Februari 2023
24 C
Surabaya
More
    Politik Pemerintahan Angka Kemiskinan di Jatim Terus Turun

     Angka Kemiskinan di Jatim Terus Turun

    SURABAYA (Wartatransparansi.com) – Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengumumkan bahwa angka kemiskinan di Jawa Timur terus turun. Pada September 2021 – Septemper 2022 year on year turun 0,1 persen.

    Bahkan secara umum selama 10 tahun terakhir sejak September 2012 sampai September 2022, tingkat kemiskinan Jawa Timur dari 13,08 persen menjadi 10,49 persen.

    Data BPS Jawa Timur tanggal 16 Januari 2023 tersebut diungkap Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Jumat (20/1/2023), siang. Ia menegaskan bahwa penurunan kemiskinan terus menjadi program pokok dan prioritas dalam setiap upaya penyejahteraan warga masyarakat Jawa Timur.

    Lebih lanjut Gubernur Khofifah yang juga mantan Menteri Sosial ini mengatakan, sepuluh tahun terakhir kemiskinan Jawa Timur menunjukkan tren penurunan yang signifikan. Kecuali di bulan September 2013, Maret 2015 dan September 2022 yang mengalami kenaikan dibanding semester sebelumnya.

    Baca juga :  Kejati Sulteng : Gedung Graha Perubahan Tingkatkan Kinerja Kejaksaan Melayani Masyarakat

    Meski terjadi kenaikan dibanding Maret 2022 , namun pada September 2022, persentase penduduk miskin di Jawa Timur masih lebih rendah dibandingkan September 2021. Jumlah Penduduk Miskin pada September 2022 sebesar 4,24 juta jiwa. Jumlah itu masih lebih rendah dibandingkan September 2021 yang jumlahnya 4,25 juta jiwa, terangnya.

    Salah satu faktor utama yang menyebabkan peningkatan kemiskinan September 2022 dibanding Maret 2022 adalah kebijakan kenaikan BBM pada tanggal 3 September 2022 yang memicu kenaikan inflasi umum Maret 2022 ke September 2022 sebesar 4,24 persen.

    Tapi, dengan kondisi ini, Pemprov Jatim mampu mengendalikan laju kenaikan harga komoditi penyebab kemiskinan. Sehingga kenaikan Garis Kemiskinan (GK) Jatim

    Baca juga :  Gubernur Khofifah Optimis IKI dan Joss Gandos Jadi Penguat Ekosistem Investasi

    September 2022 terhadap Maret 2022 meningkat sebesar 5,86% yang lebih rendah dibandingkan kenaikan GK Nasional yang sebesar 5,95%, tegas Khofifah.

    Dimana GK Jatim bulan September 2022 sebesar Rp487.908,- perkapita sebulan, meningkat dibandingkan GK Maret 2022 (Rp460.909,- perkapita sebulan).

    Tidak hanya itu, dari sisi kualitas kemiskinan pada rumah tangga miskin di Jatim pada September 2022 dibandingkan Maret 2022, cenderung semakin baik ditinjau dari Indeks Kedalaman dan Keparahan Kemiskinan.

    Hal ini Ditandai dengan menurunnya Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) yang mengalami penurunan dari 1,618 pada Maret 2022 menjadi 1,616 pada September 2022 (berkurang 0,002poin). (*)

    Reporter : Amin

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan