Kamis, 13 Juni 2024
31 C
Surabaya
More
    Jawa TimurKediriIjasah dan BPKB Asli Ditahan, Gaji Tak Diberikan

    Ijasah dan BPKB Asli Ditahan, Gaji Tak Diberikan

    KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Perusahaan distributor makanan ringan di Kota Kediri diduga abay. Ijasah dan BPKB asli milik dua karyawannya ditahan. Sadangkan gajinya aleh aleh dinaikan, malah diembat alias tidak diberikan.

    Hal ini dialami oleh Uladi Firdaus warga Kelurahan Lirboyo Kecamatan Mojoroto telah menyerahkan Ijasah SMA asli dan Anggi Warga Jalan Perintis Kemerdekaan Gg Balai Kelurahan Ngronggo Kota kediri yang telah menyerahkan BPKB asli kendaraan bermotornya sebagai bahan pertimbangan agar karyawan tidak berhenti bekerja (Resign.red).

    Dimana umumnya tempat bekerja saat diterima oleh Merpati Mas Sukses di Kelurahan Ngampel Kecamatan Mojoroto kota Kediri. Selain menyerahkan Ijazah asli dan BPKB Asli, sebagai persyaratan kerja.

    Kedua pegawai diatas menyerahkan telah dokumen terlebih dahulu, seperti CV, fotokopi ijazah, fotokopi KTP dan portofolio pengalaman kerja, untuk dapat dipertimbangkan dalam hal penerimaan dan penempatan kerja. Hingga kemudian, terjadilah komitmen ikatan kontrak kerjasama antara kedua belah antara perusahaan distributor makanan ringan dengan kedua karyawan tersebut pada 2020.

    Kronologi bermula oleh mantan karyawan Uladi Firdaus yang bekerja sebagai sales produk kurang lebih 5 bulan sejak awal 2020, dan telah memperoleh pelangan atau pemilik toko milik Johan yang berada di area Pasar Mrican Kelurahan Mrican Kecamatan Mojoroto Kota Kediri berjalan lancar. Bahkan, bukti setoran pembelian disinyalir masih disimpan pria yang akrab Daus sebanyak 2 kali.

    ” Ada kalau bukti nota yang sudah lunas mas sebanyak 2 kali, hingga saat ini masih saya bawa juga. Anehnya setelah itu saya dikeluarkan oleh kantor melalui Supervisor tanpa ada alasan atau teguran Surat Peringatan (SP) 1,2 bahkan 3 saya dikeluarkan oleh perusahaan,” ujar mantan karyawan pertama, Uladi Firdaus, Selasa (17/1/2023) malam.

    Baca juga :  Jelang Pilkada 2024, KPU Kabupaten Kediri Gelar Doa Bersama Lintas Agama

    Menurutnya, ia diputus kerjasama dengan kantor pada pertengahan 2020, bahkan Ijasah SMA yang sebelumnya diserahkan kepada pihak kantor ketika saat melamar kerja hingga saat ini belum dikembalikan. Anehnya lagi honor gaji terakhir sebesar Rp 1.800 oleh pihak perusahaan juga tidak diberikan kepadanya.

    ” Sebagai jaminan kerja ketika itu pihak kantor meminta Dua hal yakni Ijasah Asli dan BPKB. Namun, karena saya tidak punya BPKB maka yang saya hanya serahkan Ijasah SMA, dan yang tidak saya bisa terima hingga saat ini gaji terakhir atau insentif kerja saya sampai detik ini juga dari kantor,” tegasnya.

    Pada akhirnya, outlet milik Johan kemudian diteruskan oleh mantan rekan sejawatnya bernama Anggi yang awalnya menjabat sales produk hingga kemudian diangkat oleh perusahaan sebagai supervisor produk. Hingga sampai toko milik Johan menderita kebangkrutan. Namun, karena menjadi tugas dan kewajibanya ia ditugaskan oleh pihak kantor untuk mencari keberadaan Johan yang pada akhirnya ditemukan, dan telah membuat surat perjanjian disaksikan oleh Bhabhinkamtimas setempat bersama pemilik perusahaan sebagai saksi, serta telah menarik sejumlah produk berupa biskuit dan Jelly untuk meringankan beban hutang yang ditanggung oleh Johan pada 2020.

    Hal ini juga telah dibenarkan oleh Pemilik Toko, Johan, mengatakan, bahwasanya pihaknya pada 2020 menjalin kerjasama usaha dengan PT Merpati Mas Sukses untuk menyediakan aneka makanan ringan. Tanpa menyebutkan penyebab usahanya mengalami penurunan omzet hingga terhutang kepada perusahaan tersebut.

    Namun, upaya secara kekeluargaan telah ditempuh oleh kedua belah pihak melalui Anggi yang kala itu menjabat sebagai Supervisor. Yakni membuat berupa surat perjanjian sambil mencicil hutang secara bertahap

    Baca juga :  Jumlah TPS dan Pantarlih di Kediri Diproyeksi Berkurang Signifikan, Kok Bisa?

    ” Tanggungan saya kepada kantor saat ini belum lunas, dan surat perjanjian dimiliki oleh kedua belah pihak baik kantor dan saya sendiri untuk disimpan,” kata Johan saat dikonfirmasi melalui sambungan telefon.

    Atas kejadian yang menimpa Uladi Firdaus dan Anggi di perusahaan Merpati Mas Sukses, ia pun prihatin dan siap membantu jika diperlukan. Sebab, masalah tersebut harus diselesaikan dengan baik dan kekeluargaan agar tidak berlarut-larut.

    Kembali ke kronologi kejadian, selang beberapa waktu. Anggi memutuskan untuk berhenti bekerja di Merpati Mas Sukses sebagai supervisor karena merasa tidak nyaman dan bergabung dengan perusahaan tersebut. Tak disangka, hal yang sama menimpanya, seperti yang telah dialami oleh mantan rekannya Uladi Firdaus. Pasalnya, BPKB asli kendaraan bermotornya juga belum kembali selama bekerja di perusahaan tersebut.

    ” Saya sama Mas Daus awal masuk kerjanya sama, dan bersama sama juga sebagai sales. Tapi sebagai jaminan awal kerja dulu saya serahkan BPKB motor kepada perusahaan,” ujar mantan karyawan kedua, Anggi saat dikonfirmasi melalui telepon.

    Menurutnya, ketika awal diterima kerja pihak kantor menjanjikan BPKB nya akan dikembalikan. Namun, setelah ia berhenti bekerja di perusahaan distributor makanan ringan tersebut, hingga sampai saat ini belum dikembalikan kepadanya. Bahkan, telah beberapa kali dia dan Firdaus mencoba secara koperatif mendatangi bekas tempat mereka bekerja akhir akhir ini, karena selain hak mereka barang tersebut dianggap sangatlah penting dan berharga.

    Baca juga :  Ornamen Penyangga Jembatan Brawijaya Kota Kediri Hangus Terbakar

    Tak hanya itu, gaji terakhir Anggi bekerja sebagai supervisor saat itu jutaan rupiah juga tidak diberikan oleh perusahaan.

    ” Gaji saya kurang lebih sekitar Rp 2 juta mas, karena setengah bulan yang kemudian belum diberikan kepada saya, dimana ketika itu saya menjabat supervisor,” tuturnya.

    Sejumlah upaya telah ditempuh, oleh para mantan karyawan perusahaan tersebut diatas baik menghubungi pemilik toko atau outlet milik Johan, kemudian mencoba menghubungi petugas administrasi kantor dan mendatangi langsung ke kantor perusahaan namun hingga saat ini masih belum mendapatkan kepastian. Sehingga sempat dari Anggi mendatangi Kantor Disnaker Kota Kediri untuk memperoleh penjelasan dan pendampingan. Karena disinyalir pengalaman pahit kedua mantan karyawan tersebut juga dialami oleh sejumlah karyawan yang juga mengalami nasib serupa yakni baik Ijasah maupun BPKB masih belum dikembalikan.

    Disinggung mengenai siapa saja Ijasah maupun BPKB, Uladi Firdaus selaku mantan karyawan pertama atau narasumber mencoba berusaha mencoba mengingat nama-nama rekan kerjanya yang senasib dan masuk awal kerjanya juga bersamaan pada 2020 lalu.

    ” Ada saya, Mas Anggi, ada Bapak Muklis, lalu Mas Arifin, sama Mbak Ana semuanya warga Kota Kediri juga,” urainya.

    Terakhir Firdaus, menambahkan, atas dasar menuntut keadilan dan hak mengenai kepemilikan benda penting dan sangat berharga tersebut, ia berencana akan membawa persoalan tersebut kepada pihak berwajib jika tidak ada respon baik dari perusahaan.

    ” Saya berharap kepada PT Merpati Mas Sukses untuk segera mengembalikan Ijazah dan BPKB asli milik mantan karyawan, dan hak gaji juga harus diberikan sesuai petunjuk dari Dinas Tenaga Kerja Kota Kediri. Jika tida ada upaya baik dan segera. Maka, akan saya tempuh ke jalur hukum,”tutupnya. (*)

    Reporter : Moch Abi Madyan

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan