Sabtu, 22 Juni 2024
28 C
Surabaya
More
    Politik PemerintahanDialog Kebangsaan, Gubernur Khofifah Indar Parawansa: Jatim Tidak Boleh Batuk

    Dialog Kebangsaan, Gubernur Khofifah Indar Parawansa: Jatim Tidak Boleh Batuk

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengatakan Jatim tidak boleh batuk. Kalau Jatim batuk, maka dropletnya sampai Ibu Kota Jakarta. Hal itu dikatakan Khofifah pada Dialog Kebangsaan dengan tema Pancasila sebagai Ideologi Pemersatu Bangsa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (14/1/2023).

    Dalam setiap acara pergantian atau sertijab Forkopimda, Khofifah mengaku satu pesan yang sering dia sampaikan adalah Jatim tidak boleh batuk. Karena kalau Jatim batuk, maka dropletnya sampai ke ibu kota.

    Pesan itu disampaikan, termasuk pada acara pisah sambut Pangdam V Brawijaya. “Sederhana sekali. Oleh karena itu, muncul understanding di antara satu dengan yang lain adalah bagian penting untuk selanjutnya kita bangun, muncul respek menghormati satu dengan lain saling mempercayai,” ujarnya.

    Baca juga :  Pemprov Jatim dan Denmark Bahas Kerjasama Bidang Perkapalan, Perikanan dan Energi Terbarukan

    Dialog Kebangsaan, Gubernur Khofifah Indar Parawansa: Jatim Tidak Boleh Batuk

    Karena itu, Khofifah menyampaikan terimakasih dipilihnya Grahadi untuk membangun dialog kebangsaan yang sangat penting bagaimana melihat Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa. “Dengan bersatu, saya rasa seluruh sektor akan tergerak dengan produktif dan lebih signifikan sekali,” tandas mantan Menteri Sosial ini.

     

    Selain gubernur Khofifah, Dialog Kebangsaan juga dihadiri Menkopolhukam Mahfud MD, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, Wakapolda Jatim, Pangdam V Brawijaya, ulama, akademisi dan tokoh masyarakat.

    Dalam kesempatan itu, Mahfud MD mengingatkan bangsa Indonesia menghadapi situasi yang kurang lebih sama. Pada 2023, akan terjadi bencana ekonomi luar biasa. Kalau kita tak setangguh 1945 maka kita akan gagal. “Akan terjadi resesi dan inflasi di semua negara. Saat ini, ada 16 negara yang harus mendapat bantuan dari IMF. Kemudian 32 negara lagi sudah antre. Indonesia belum antri dan kita berusaha tidak antre,” ungkapnya.

    Baca juga :  Tahun 2024 Semua Layanan Publik Jatim Diharap Naik Status Menjadi A

    Dialog Kebangsaan, Gubernur Khofifah Indar Parawansa: Jatim Tidak Boleh Batuk

    Sementara itu, Ketua Gerakan Peradaban Indonesia (GPI) Achmad Zaini selaku penyelenggara kegiatan bersama BPIP dan Unitomo Surabaya melaporkan mengatakan kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian dari keinginan bersama para tokoh nasional untuk melakukan Sumpah Peradaban yang rencananya akan dilakukan di Tugu Pahlawan pada pertengahan 2023 nanti.

    “Melalui kegiatan ini memang menjadi tekad bersama untuk menyegarkan kembali kondisi bangsa Indonesia saat ini yang mengalami banyak tekanan global. Hingga risikonya bisa memecah belah bangsa. Untuk mempersatukan kembali tentunya diperlukan tekad kembali ke falsafah bangsa Indonesia yakni mengamalkan Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia,” ungkapnya.

    Hal senada juga disampaikan Rektor Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Siti Marwiyah. Menurutnya, acara dialog kebangsaan ini merupakan hasil kolaborasi Kampus Unitomo dengan GPI dan Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) dan difasilitasi oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. “Tujuan dialog kebangsaan ini untuk menguatkan nilai-nilai kebangsaan dalam rangka membangun peradaban Indonesia yang juga mendapat perhatian tidak saja di internal, tetapi juga dunia internasional,” katanya. (sr/min)

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan