Minggu, 2 Oktober 2022
27 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaUsaha Padat Karya Mulai Menggeliat di Kota Surabaya

    Usaha Padat Karya Mulai Menggeliat di Kota Surabaya

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Usaha padat karya yang menempati lahan aset Pemkot Surabaya, mulai menggeliat di Kota Surabaya. Terbaru, berdirinya Rumah Padat Karya ‘Pelataran Manyar’ di Jalan Raya Menur, Kelurahan Manyar Sabrangan, Kecamatan Mulyorejo.

    Rumah padat karya ‘Pelataran Manyar’ berdiri di atas lahan aset seluas 450 meter persegi. Sejak Rabu kemarin, sudah beroperasi setelah sebelumnya diresmikan Wali Kota Eri Cahyadi. Menariknya, semua tenaga kerjanya terdiri dari anak-anak muda.

    Eri  mengatakan, masih banyak aset-aset milik pemkot yang lokasinya tersebar dan tidak dipakai. Karena itu, ke depan ia beraharap dapat lahan aset tersebut digunakan untuk kepentingan umat melalui kegiatan-kegiatan positif.

    “Kalau kita bisa manfaatkan untuk kepentingan umat, mengurangi kemiskinan, pengangguran, juga memunculkan kegiatan-kegiatan positif, maka itu kita minta aset pemkot bisa dimanfaatkan,” katanya, Jumat (12/8/2022).

    Ia mengaku bersyukur, karena satu di antara warga yang terlibat dalam padat karya ‘Pelataran Manyar; merupakan anak muda yang dahulu menjadi korban minum-minuman keras akibat kurangnya kegiatan positif.

    Baca juga :  Khofifah Kunjungi Pasar Soponyono Pastikan Harga Bahan Pokok Tetap Stabil

    “Alhamdulilah, setelah diberikan pengertian, diberikan kegiatan positif, sekarang Mas Marcel dan teman-temannya menjadi bagian dari Pelataran Manyar ini,” imbuh Eri.

    Untuk itu, ia menyatakan, melalui kolaborasi dan sinergi dalam program padat karya tersebut, pemkot ingin menyelesaikan permasalahan kenakalan remaja di Surabaya. Sekaligus mengurangi pengangguran dan kemiskinan di Kota Pahlawan.

    “Inilah yang namanya kolaborasi sinergi pemerintah bagaimana menyelesaikan kenakalan remaja, bagaimana permasalahan negatif dengan memunculkan kegiatan-kegiatan positif. Saya yakin di Pelataran Manyar ini akan jadi tempat yang sangat luar biasa,” ujarnya.

    Menurutnya, selama ini ia tak pernah meminta jajarannya untuk menyiapkan program padat karya dengan kategori pekerjaan tertentu. Karena baginya, kategori padat karya itu dapat dimunculkan dari potensi di masing-masing wilayah atau atas keinginan warga.

    Baca juga :  Kejari Tanjung Perak Sinergi dengan BPJS Kesehatan, Jaring Ratusan Perusahaan yang Belum Bayar Iuran JKN KIS

    “Saya tidak pernah memaksa harus membuka cuci mobil, harus ada cafenya. Tapi yang saya minta dikumpulkan warganya, diajak ngomong. Saya yakin dengan gotong-royong kita bisa menyelesaikan pengangguran dan semua permasalahan di Kota Surabaya,” katanya.

    Untuk saat ini, rumah padat karya Pelataran Manyar, menyerap 16 tenaga kerja dari warga sekitar. Delapan orang bertugas di bagian cuci mobil, dan selebihnya di bagian stand makanan dan minuman atau kafe. Eri meyakini, ke depan rumah padat karya ini akan lebih banyak menyerap tenaga kerja.

    “Total ada 16, plus nanti yang di belakang lagi ada yang untuk jual siomay dan lainnya. Jadi sebenarnya ini bisa digerakkan semua. Saat malam itu bisa lagi ada yang jualan mie ditarik ke sini. Bisa nampung banyak, MBR yang dari luar pun bisa ditampung di sini,” tukasnya.

    Sedangkan Camat Mulyorejo, Yudi Eko Handono mengatakan, pembangunan padat karya Pelataran Manyar sudah lama dilakukan. Ia bersyukur, melalui sinergi bersama RT/RW dan LPMK Kelurahan Manyar Sabrangan, akhirnya bisa diresmikan. “Matur nuwun Pak Wali Kota, warga kami bisa menempati lahan ini. Dan yang bekerja di sini adalah anak muda semua,” kata Yudi.

    Baca juga :  2.3Juta Anak Jatim Telah Imunisasi MR

    Ia mengaku, awalnya warga pesimis terhadap rencana pembangunan rumah padat karya Pelataran Manyar. Namun setelah pihaknya memberikan pengertian, akhirnya banyak dari warga yang kemudian berminat mendaftar.

    “Saat itu kami mencari dan akan menyeleksi sulit sekali. Tapi Alhamdulillah, setelah diberikan pengertian, banyak warga yang berminat kemudian kita seleksi,” ujarnya.

    Rencananya, lanjut Yudi, masih ada 10 titik lokasi aset pemkot di wilayah Kecamatan Manyar yang akan dijadikan rumah padat karya. Nantinya, akan digunakan untuk MBR maupun warga yang belum bekerja.

    “Harapan kami dengan padat karya ini, warga bisa berkarya dan meninggalkan hal-hal negatif. Ayo kita bersama-sama,  bergotong-royong untuk mengubah perekonomian keluarga menjadi lebih baik,” tandasnya. (wt)

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan