Jumat, 12 Agustus 2022
29.4 C
Surabaya
More
    LifeStyleKemenparekraf Luncurkan Website Hasil Kajian Strategis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

    Kemenparekraf Luncurkan Website Hasil Kajian Strategis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

    JAKARTA (WartaTransparansi.com) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) meluncurkan tasranselparekraf.id (Telisik dan Analisa Laporan, Rencana Strategis, dan Regulasi). Sebuah aplikasi berbasis website yang memungkinkan publik untuk dapat mengakses dokumen-dokumen yang dihasilkan Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf.

    “Ini adalah website sumber informasi hasil kajian-kajian kami. Sejauh ini sudah ada 75 hasil kajian yang dikeluarkan oleh Kedeputian 1 (Deputi Bidang Kebijakan Strategis). Jadi ini bisa diakses oleh semua stakeholder ABCGM (akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media). Ini adalah salah satu bentuk adaptasi kami untuk lebih go digital,” ujar Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf, Nia Niscaya, mengutip kemenparekraf.co.id, Selasa (2/8/2022).

    Baca juga :  Film “Decision to Leave” Akan Wakili Korea Selatan Di Oscar 2023

    Website tasranselparekraf.id sudah diluncurkan di sela-sela kegiatan “Weekly Press Briefing”, pada Senin (1/8/2022) di Gedung Sapta Pesona Kantor Kemenparekraf/Baparekraf, Jakarta.

    Website ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh seluruh pemangku kepentingan pariwisata dan ekonomi kreatif sehingga rencana aksi dan program pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif dapat disusun dengan tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat manfaat.

    Dokumen-dokumen hasil kajian tersebut meliputi laporan kajian, policy paper & policy brief, rencana strategis, buku, infografis, dan peraturan-peraturan seputar pariwisata dan ekonomi kreatif. Microsite bersifat real time dan akan dilakukan update sesuai dengan dokumen kebijakan yang dihasilkan oleh Kemenparekraf.

    Untuk pariwisata terbagi dalam beberapa kluster dalam empat pilar. Yakni pemasaran, destinasi, sumber daya, serta infrastruktur. Sedangkan untuk ekonomi kreatif terbagi sesuai dengan 17 subsektor yang ada.

    Baca juga :  Disney Akan Naikkan Biaya Langganan

    Menteri Parekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno berharap, tasranselparekraf.id ini dapat menjawab kebutuhan para pemangku kepentingan akan publikasi dokumen kebijakan strategis, sebagai sebuah referensi pembuatan kebijakan parekraf yang efektif.

    “Selama ini semua dokumen kebijakan strategis belum bisa diakses publik, dan kali ini sudah bisa. Ini aplikasi berbasis website dan kita ingin transparansi ke depan. Kalau kita pendekatannya transparansi seperti ini, semua kajian-kajian strategis dapat kita sampaikan secara tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat manfaat,” kata Sandiaga.

    Ini, lanjutnya, akan menjawab kebutuhan para pemangku kepentingan termasuk media jika membutuhkan referensi pembuatan kebijakan parekraf yang efektif. (*)

    Reporter :

    Penulis :

    Editor:

    Redaktur :

    Sumber :

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan