Kawasan Jurang Kuping Pantas Menjadi Destinasi Pariwisata

Kawasan Jurang Kuping Pantas Menjadi Destinasi Pariwisata
Tempat wisata Surabaya Jurang Kuping

SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Lokasi yang rimbun dipenuhi pohon lontar adalah hal yang menarik untuk dinikmati. Apalagi situasi yang aman untuk anak dan keluarga.

Kota Surabaya sisi barat tersebut terdapat ribuan pohon yang berusia ratusan tahun. Lontar sebagai pohon purbakala itu memendam sejarah masa lalu.

Lontar, juga bisa dipergunakan untuk berbagai hal. Jika jaman dahulu daun lontar sebagai alat tulis, buahnya menjadi dawet deresan pucuk bunga lontar akan menghasilkan legen yang bisa digunakan untuk menggelontorkan batu ginjal.

Menurut ketua Forum Warga RW 03 Rejosari Samiadji, ia mengatakan sangat senang bila Pemkot berencana membangun kawasan Jurang Kuping sebagai taman untuk wisata. Namun warga juga diberi kesempatan untuk memberi masukan , agar pembangunan itu bisa jadi pendorong warga untuk berinovatif.

” Kami tidak menolak perubahan jika Pemerintah Kota ingin melakukan pembangunan untuk destinasi wisata di kawasan Jurang Kuping , tapi warga diajak rembukan”, katanya usai diskusi masalah pohon lontar di Rejosari, Minggu (31-07-2022).

Samiadji yang juga pegiat lingkungan hidup itu mengatakan, pembangunan itu untuk tidak merusak ekosistem . Utamanya tanaman lontar sebagai warisan leluhur. Tanaman langkah itu menjadi ikon daerah. Di Surabaya , satu- satunya hanya ada di kawasan Jurang Kuping.

“Disini ada pohon endemik baru, yaitu pohon lontar yang usianya ratusan tahun. Pohon tersebut terus kami jaga dan dilestarikan keberadaannya. Bahkan menjadi ikon kecamatan Pakal, ungkapnya.

Menurut Ketua Forum warga RW 03 Rejosari Samiadji

Permasalahan Lahan Jurang Kuping seluas 40Ha dimulai sejak munculnya