Jumat, 12 Agustus 2022
27.4 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaDLH Surabaya Temukan 50 Outlet Melanggar Perwali Penggunaan Kantong Plastik

    DLH Surabaya Temukan 50 Outlet Melanggar Perwali Penggunaan Kantong Plastik

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Sejak dilakukan sosialiasi pada awal April 2022, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya menemukan 50 outlet melanggar Perwali 15/2022 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik di Kota Surabaya.

    Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, hingga kini pihaknya terus melakukan sosialisasi ke masyarakat dan pusat perbelanjaan di Kota Pahlawan.

    “Sosialisasi bersama jajaran terus dilakukan ke pasar, mal, pedagang kaki lima (PKL) hingga toko kelontong. Sejak April hingga sekarang, kami menemukan 50 utlet melanggar Perwali. Belum menerapkan kantong ramah lingkungan. Karena ini masih sosialisasi, kami hanya memberikan teguran langsung dan tertulis, belum ada sanksi,” katanya, Kamis (7/7/2022).

    Baca juga :  Pemkot Surabaya Tetapkan Tujuh Lokasi KTR, Pelanggar Diancam Denda Rp250 Ribu

    Hebi mengaku, pengurangan penggunaan sampah plastik masih sulit dilakukan karena masyarakat dan pemilik usaha masih belum terbiasa dan beradaptasi dengan baik. Ia menjelaskan, paling sulit mengurangi penggunaan kantong plastik itu ada di pasar tradisional dan beberapa PKL atau toko kelontong.

    “Memang susah, makanya saya berpikir, misal masuk ke mall itu wajib bawa kantong. Itu jalan satu – satunya. Tulis di mall atau pasar kalau mereka mau masuk harus bawa kantong sendiri,” ujarnya.

    Menurut Hebi, pengurangan penggunaan kantong plastik itu harus dilakukan dengan cara bertahap dan berkelanjutan agar masyarakat terbiasa. Bila dilakukan terburu – buru, akan timbul masalah baru di tengah masyarakat ke depannya.

    Baca juga :  Pemkot Gandeng dan Libatkan Tomas untuk Cegah Kekerasan dan Pelecehan Anak di Surabaya

    “Ini harus ditekan, gimana caranya harus nol. Kita juga nggak bisa langsung nabrak. Kita berikan pengertian sedikit demi sedikit dan yustisi tetap jalan. Yang PKL sudah kita sosialisasikan,” sebutnya.

    Hebi menambahkan, menjalankan misi mengurangi penggunaan kantong plastik di Kota Surabaya, DLH tidak berjalan sendiri. Saat ini, ia menggandeng komunitas peduli lingkungan untuk melakukan sosialisasi dan survey dampak dari penerapan perwali tersebut selama tiga bulan terakhir.

    Ia berharap, pengurangan penggunaan kantong plastik di Kota Surabaya bisa terus ditekan dan berdampak baik pada lingkungan. Saat ditanya soal pengadaan kantong ramah lingkungan di pasar tradisional agar penggunaan kantong plastik dapat lebih ditekan, dia masih belum bisa memastikan hal tersebut karena keterbatasan anggaran.

    Baca juga :  Agustusan di UPTD Griya Wreda Bikin Bahagia Lansia

    “Nah itu anggarannya, dari Komunitas Nol Sampah juga sudah mengusahakan, seberapa jauh efektivitas perwali ini, kami bersama-sama melakukan sosialisasi dan sanksi apabila melanggar,” tukasnya. **

    Reporter : Wetly

    Penulis :

    Editor:

    Redaktur :

    Sumber : WartaTransparansi

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan