Selasa, 16 Agustus 2022
27 C
Surabaya
More
    OlahragaPorprov Jatim VII Amburadul, Ricuh di Cabor Silat

    Porprov Jatim VII Amburadul, Ricuh di Cabor Silat

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VIII di cabang olahraga (cabor) pencak silat ricuh. Perusakan fasilitas dilakukan kubu Jember setelah atletnya didiskualifikasi di babak semifinal yang berlangsung Rabu (29/6/2022) malam di Stadion Wira Bakti, Kabupaten Lumajang.

    Kericuhan berawal saat atlet asal Jember Puji Santoso melakukan pukulan ke arah tengah body protector lawan Septyan Dwi Iksan, atlet pencak silat asal Kota Surabaya. Saat pukulan itu, menurut atlet asal Jember Puji Santoso masuk dan seharusnya mendapat poin, namun wasit menilai pukulan itu ada unsur pelanggaran.

    Pasalnya Puji melakukan pukulan berulang-ulang, bahkan atlet Septyan Dwi Iksan sampai ambruk. Namun dinilai atlet asal Kota Surabaya itu pura-pura dirugikan, dan dinilai keputusan wasit berat sebelah. Ofisial dan kontingen pencak silat Kabupaten Jember langsung melakukan protes.

    Baca juga :  Persik Kediri Sepakat Akhiri Kerjasama Pelatih Javier Roca

    Namun protes itu tidak diindahkan wasit, hingga terjadilah kericuhan. Kericuhan bahkan sampai ada aksi melempar meja dan pertandingan pencak silat itupun terhenti. “Dari informasi yang saya terima, memang ada indikasi (kecurangan dan sikap wasit dinilai berat sebelah). Kalau dilihat dari pertandingan di lapangan tidak seperti itu. Barusan telfon juga orangnya (Ketua IPSI Jember),” kata Pembina Kontingen Cabor Pencak Silat Sukowinarno dikonfirmasi.

    Atas dugaan wasit yang berat sebelah dan merugikan kontingen cabor pencak silat Kabupaten Jember, kata Sukowinarno, pihaknya akan mengajukan protes ke Dewan Hakim Porprov Jatim VII.

    “Sehingga Jember itu akan mengajukan protes, sampai dengan pusat (Dewan Hakim) itu sidangnya. Dengan (bukti) video itu (rekaman pertandingan). Ada hal-hal yang patut dipertanyakan (soal keputusan wasit), dalam arti kami memprotes. Karena tidak hanya Jember saja, kontingen dari kota mana itu juga mengajukan protes (dinilai keputusan wasit berat sebelah),” sambungnya.

    Baca juga :  Beri Kado HUT RI Ke-77, Timnas Indonesia Juara Piala AFF U16

    Terpisah, Bendahara KONI Jember Hj Indah Wahyuni juga memberikan penilaian yang buruk terhadap keputusan wasit pertandingan cabor pencak silat. Menurut perempuan yang akrab dipanggil Bunda Yuyun itu, dirinya ada di lokasi pertandingan, dan menilai tindakan serta keputusan wasit berat sebelah.

    Terpisah saat wartawan meminta konfirmasi dari pihak panitia pelaksana soal amburadulnya pelaksanaan pertandingan ini, tidak ada yang bersedia untuk memberikan konfirmasi. Pasalnya saat kejadian ricuh, panitia pelaksana ataupun dari pihak wasit, pergi meninggalkan lokasi pertandingan.

    Saat dikonfirmasi, Ketua Harian IPSI Jatim Hoslih Abdullah membenarkan kejadian ini. Hoslih menyebut, tim Jember tak terima usai didiskualifikasi. “Penyebab ricuh karena tim atlet Jember protes, karena mereka merasa tidak melanggar. Namun wasit memutuskan didiskualifikasi karena (atlet Jember) memukul bagian yang tidak boleh dalam pertandingan ke atlet Surabaya,” kata Hoslih.

    Baca juga :  Persik Kediri Junior Siap Turun di Kompetisi EPA Musim Ini di Jakarta

    Manajer tim silat Jember, Bejo Sukadmad menyebut awalnya pihaknya menganggap hal tersebut merupakan pelanggaran biasa. Untuk itu, tim silat Jember merasa dirugikan karena didiskualifikasi, padahal poinnya unggul saat pertandingan. Namun akhirnya, Bejo mengaku pihaknya telah pasrah dan menerima keputusan ini. (sr)

    Reporter :

    Penulis :

    Editor :

    Redaktur :

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan