Senin, 8 Agustus 2022
27 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaPenyaluran BLT Minyak Goreng di Surabaya Ditarget Tuntas Sebelum Idul Fitri

    Penyaluran BLT Minyak Goreng di Surabaya Ditarget Tuntas Sebelum Idul Fitri

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Bantuan Langsung Tunai (BLT) Minyak Goreng di Kota Surabaya terus dilanjutkan dan ditarget tuntas sebelum hari Raya Idul Fitri. Jika sebelumnya disalurkan di Kecamatan Rungkut dan Simokerto, BLT Minyak Goreng termasuk bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) juga disalurkan di kantor Kecamatan Kenjeran.

    Secara simbolis, penyaluran bantuan itu diserahkan langsung Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial (Kemensos) RI Pepen Nazaruddin, dan juga Staf Khusus Menteri Bidang Hubungan dan Kemitraan Lembaga Luar Negeri, Faozan Amar.

    Eri memastikan bahwa total ada sebanyak 220 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menerima secara simbolis bantuan di kantor Kecamatan Kenjeran. Ini lokasi yang ketiga karena sebelumnya sudah dilakukan di Rungkut dan Simokerto.

    “Alhamdulillah lancar semuanya. Kita juga bisa melihat kecepatan-kecepatan yang dilakukan oleh PT Pos maupun BNI, sehingga ini bersama-sama memberikan yang terbaik untuk warga, karena warga juga tidak perlu menunggu lama di sini,” kata Eri, dikutip Selasa (19/4/2022).

    Untuk itu, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Menteri Sosial Tri Rismaharini, karena melalui Dirjen akhirnya bantuan itu bisa disalurkan mendekati lebaran. Apalagi, yang dicairkan itu langsung bersamaan, mulai dari BLT Minyak Goreng, PKH dan BPNT.

    Baca juga :  Ketua PKK Roadshow BIAN, Pastikan Imunisasi Lancar

    “Insya Allah ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat Surabaya yang sampai hari ini masih masuk ke dalam MBR,” ujarnya.

    Menurutnya, berkat kerja sama dan sinergi dari semua pihak, terutama dukungan dari Dirjen, saat ini penyaluran BLT Minyak Goreng di Kota Surabaya paling besar, karena sudah mencapai 72 persen. “Jadi, saya terima kasih banyak atas dukungannya Pak Dirjen, sehingga kami di Surabaya ini terus berjibaku untuk menyiapkan data sekaligus pencairannya, biar tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat untuk masyarakat Surabaya,” katanya.

    Sementara itu, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial (Kemensos) RI Pepen Nazaruddin menyampaikan terimakasih kepada Wali Kota Eri karena realisasi penyaluran BLT Minyak Goreng di Surabaya sudah mencapai 72 persen.

    “Jadi, realisasi BLT Minyak Goreng di Surabaya sudah sangat bagus, saya harap bisa segera 99 persen. Saat ini (penyalurannya) terus dikebut, karena targetnya selesai sebelum lebaran,” kata Pepen.

    Ia juga berharap kepada warga Kota Surabaya yang telah menerima bantuan ini untuk dimanfaatkan sebaik mungkin. Sebab, mereka adalah orang yang beruntung sudah mendapatkan bantuan ini.

    Baca juga :  Armuji Buka Pelatihan 100 Paskibra di Sawunggaling

    Staf Khusus Menteri Bidang Hubungan dan Kemitraan Lembaga Luar Negeri Kemensos RI Faozan Amar mengatakan bahwa secara umum, penyaluran BLT Minyak Goreng di Surabaya sudah berjalan dengan baik. Bahkan, ia mengakui bahwa penyaluran BLT Minyak Goreng di Surabaya sudah bagus, karena saat ini sudah mencapai 72 persen.

    “Angka ini masih bisa dikejar terus. Mudah-mudahan masyarakat semakin tahu informasinya, sehingga mereka-mereka yang sudah mendapatkan undangan bisa segera datang ke kantor pos atau titik-titik yang sudah ditentukan,” ujarnya.

    Pemoot Surabaya menargetkan, penyaluran BPNT/Sembako dan BLT Minyak Goreng di Kota Pahlawan akan tuntas sebelum Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah.

    “Insya Aallah saat ini untuk (salur) BLT minyak goreng dan BPNT di Surabaya sudah mencapai 56,37 persen. Kami berkoordinasi dengan tim dari PT Pos Indonesia,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Anna Fajriatin.

    Disebutkan, penerima BPNT dan BLT Minyak Goreng di Surabaya tercatat total 85.328 jiwa. Jumlah ini merupakan total Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari kedua jenis bantuan tersebut. Sedangkan untuk penerima program Keluarga Harapan (PKH) di Surabaya, mencapai 56.372 jiwa.

    “Untuk PKH sudah mulai banyak yang tersalur, sudah hampir sama 50 persen. Sehingga nanti target dari Pak Presiden Insyaallah Kota Surabaya bisa memenuhi,” tegas dia.

    Baca juga :  Gubernur Khofifah: Antusiasme Masyarakat Hadiri Upacara HUT Kemerdekaan di Grahadi Cukup Tinggi

    Anna pun mengungkapkan strategi untuk bisa memenuhi target percepatan salur bansos di Surabaya. Ketika data BNBA (By Name By Address) KPM bantuan diterima dari Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Bank Negara Indonesia (BNI) atau PT Pos Indonesia, pihaknya langsung meneruskannya kepada masing-masing camat dan lurah.

    “Sehingga mereka (camat dan lurah) juga bergerak bersama-sama. Jadi, kami mengawal bersama dengan teman-teman PT Pos dan BNI,” jelas Anna.

    Tak hanya itu, Anna juga menyatakan, bahwa strategi jemput bola juga dilakukan Dinsos bersama BNI dan PT Pos untuk mempercepat proses salur bansos. Utamanya bagi para penerima yang sudah lanjut usia (lansia) atau kondisi sakit.

    “Ada jemput bola juga karena memang ada beberapa mekanisme di situ. Kalau memang dia (KPM) tidak bisa ambil datang, misal lansia, maka BNI atau PT Pos akan menuju ke rumahnya,” ujarnya.

    Ia menambahkan, bahwa saat tiga bulan pertama, khusus salur BPNT/sembako di Surabaya mencapai 98,27 persen. Sementara untuk sisanya, diketahui KPM sudah meninggal dunia serta domisili rumahnya tidak ditemukan atau pindah.

    “Artinya yang 0,2 persen itu ada yang meninggal. Jadi memang pada saat pelaksanaan mereka meninggal dan tidak ditemukan. Nah, itu kita kembalikan ke Kemensos uangnya,” tuturnya. **

    Reporter : Wetly

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan