Sabtu, 1 Oktober 2022
26 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaLurah Tak Mampu Bekerja Silakan Mundur

    Lurah Tak Mampu Bekerja Silakan Mundur

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mempersilakan lurah yang tidak mampu bekerja segera mundur. Untuk itu semua lurah diminta berkomitmen meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

    Eri menegaskan, kelurahan bukanlah tempat orang-orang buangan. Tapi, mereka yang bertugas di kelurahan adalah orang-orang hebat dan berkompeten.

    “Saya meminta kepada lurah agar menjadi orang-orang yang hebat dan berani. Karena otomatis kelurahan itu diisi orang-orang yang punya kemampuan,” tegasnya, Selasa (4/1/2022).

    Menurut Eri, seseorang dipilih menjadi lurah atau camat, bukan karena kedekatan atau kenal dengan wali kota. Namun, mereka yang diberikan amanah sebagai pemimpin itu karena memiliki kompetensi sesuai hasil dari asesmen.

    “Kalau merasa berat jadi lurah, tolong sampaikan surat pengunduran diri. Karena saya menjadikan njenengan (Anda) lurah dari hasil nilai tes asesmen. Sehingga saya harap nilai tes itu sesuai dengan kinerja di lapangan,” tegasnya.

    Baca juga :  Pendaftaran Pemilihan Cak dan Ning Surabaya Masih Dibuka

    Eri juga meminta, mulai hari ini tidak ada lagi lurah yang tidak bisa dihubungi warga. Juga, tidak ada lagi lurah yang tidak bisa memberikan solusi atas permasalahan warga. Sebab, lurah adalah garda terdepan Pemerintah Kota Surabaya.

    “Karena buat saya, lurah adalah jabatan yang sangat penting ketika memajukan sebuah kota. Sebab, lurah bersentuhan langsung dengan masyarakat. Ketika warga bertanya, maka permasalahan cukup berhenti di kelurahan,” ujar dia.

    Eri pun meminta agar mulai sekarang lurah harus terjun ke lapangan. Dia tak ingin lurah kerjanya hanya duduk di belakang meja. Atau bahkan, ketika ada bayi stunting dan warga yang tidak mampu bayar sekolah anaknya, justru lurahnya tidak tahu.

    Baca juga :  2.3Juta Anak Jatim Telah Imunisasi MR

    “Makanya saya berharap lurah turun ke lapangan agar tahu kondisi warganya seperti apa. Turun ke lapangan ketika ada hujan atau banjir. Kalau njenengan tidak mampu, munduro gak popo (Kalau anda tidak mampu, silakan mundur tidak apa-apa),” jelasnya.

    Ditegaskan, setiap pejabat pemkot termasuk lurah, akan menandatangani kontrak kinerja. Ini sebagai bentuk evaluasi dan pertanggungjawaban terhadap output dan outcome hasil dari kinerja.

    “Jadi, kinerja lurah atau camat itu nanti akan dinilai melalui hasil output dan outcome nya itu sesuai atau tidak,” jelasnya.

    Ia juga mengajak seluruh lurah untuk menciptakan hubungan kekeluargaan dan gotong-royong di lingkup Pemkot Surabaya. Sebab, pemkot ibarat sebuah perahu besar yang di dalamnya memiliki tujuan sama untuk mensejahterakan warga Surabaya.

    Baca juga :  Kejari Tanjung Perak Sinergi dengan BPJS Kesehatan, Jaring Ratusan Perusahaan yang Belum Bayar Iuran JKN KIS

    “Ciptakan rasa kebersamaan, gotong-royong dan kekeluargaan. Lurah satu dan lainnya bisa saling berkoordinasi dan komunikasi untuk membantu menyelesaikan sebuah permasalahan,” harapnya. **

    Editor : Wetly

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan