Minggu, 2 Oktober 2022
27 C
Surabaya
More
    HukrimGeger Sengketa Aset Puluhan Miliar, Disangka Ada Mafia Tanah Ternyata Putusan PN

    Geger Sengketa Aset Puluhan Miliar, Disangka Ada Mafia Tanah Ternyata Putusan PN

    Malang (WartaTransparansi.com) – Publik Kota Malang dihebohkan dengan perebutan harta gono gini dalam kasus perceraian mendiang Hardi Soetanto dan Valentina Linawati. Kasus ini sempat heboh pada 2013 silam dan kini kembali mencuat di awal 2022.

    Singkat cerita, Pengadilan Negeri (PN) Tuban memutuskan harta yang mereka miliki dibagi dua sama rata. Sebab pernikahan keduanya berlangsung di Tuban. Sementara aset mereka tersebar di sejumlah daerah, paling banyak ada di Malang terdiri dari sekira 40 aset mulai dari rumah mewah, ruko dan harta lainnya. Nilai aset mencapai puluhan miliar rupiah.

    Beberapa aset yang menyita perhatian publik ialah rumah di Jalan Pahlawan Trip, Ijen, Kota Malang. Daerah ini merupakan kawasan elit di daerah ini. Dari 40 aset yang masuk dalam harta gono gini rumah nomor 8 dan 27 sudah dieksekusi sesuai putusan pengadilan karena telah dilelang. Selanjutnya nomor 6 dan 7 juga telah dilelang.

    Beberapa hari lalu dipenghujung tahun 2021 Valentina melalui anaknya, Gladys Adipranoto dan Gina Gratiana kaget atas informasi lelang rumah yang ia tempati. Di media, mereka menduga adanya mafia tanah yang bermain dibalik pelelangan rumah ini.

    Meskipun tidak secara terang benderang menyasar mantan suaminya, pihak mendiang Hardi melalui pengacaranya yakni Lardi memberikan keterangan pers.

    “Kami mengklarifikasi supaya publik tahu duduk perkaranya. Klien saya hanya menjalankan putusan PN mulai 2013 sampai 2021. Jika kita dituduh mafia tanah, kita tanya, tanah yang mana. Kita ini sudah sesuai putusan PN, kalau bu Valen sejak awal patuh tidak perlu lelang. Langsung saja dibagi berdua (fifty-fifty). Putusan PN akhirnya lelang dan sita. Hasilnya ini juga dibagi berdua kok,” kata Lardi, Minggu, (2/1/2022).

    Lardi mengatakan, sejak kliennya Hardi masih hidup hingga kini hak waris milik Hardi jatuh pada putranya Hendri Irawan. Valentina tidak memiliki itikad baik untuk membagi harta gono gini. Dia mencontohkan pada akhir 2020 lalu ada 5 aset dari 40 aset sudah dilelang dan eksekusi nilainya sekira Rp19 miliar. Hasil dari itu sudah dibagi dua masing-masing mendapat Rp9 miliar lebih.

    “Pernikahan Valen dan Hardi dibatalkan PN Tubah karena pernikahan ini hanya kamuflase, perkawinan itu dibatalkan. Maka harta yang diperoleh selama perkawinan harus dibagi sama rata, termasuk empat rumah di Jl Pahlawan Trip, 40 ruko dan beberapa deposito. Yang sudah dilelang dibagi 2 kami tidak mau ambil bagian Bu Valen, kami sesuai prosedur,” ujar Lardi.

    Lardi mengatakan bahwa putusan pengadilan sudah jelas aset ini masuk harta gono gini dan harus dibagi dua. Dasarnya PN Tuban No 25 Tahun 2013, harta gana-gini milik Valentina dan Hardi dibagi dua sama rata. Bahkan hingga tingkat paling puncak yakni Peninjau Kembali (PK) di Mahkamah Agung (MA) sudah finak harus dibagi dua.

    “Putusan mereka sudah mentok akhirnya mereka memainkan media massa atau media sosial. Putusan pengadilan ini sudah jelas, kalau materi hukum, sudah tidak layak lagi menguji karena sudah diuji oleh lembaga negara. Artinya lembaga peradilan harus dihormati, kalau tidak lagi menghormati lembaga peradilan, mau ke mana lagi?” papar Lardi.

    Sementara itu, Valentine mengungkapkan bahwa sesuai putusan MA Nomor 503 K/PDT/2015 tanggal 22 Juni 2015 soal dikabulkannya seluruh aset dan harta menjadi milik bersama masih mereka pertanyakan. Menurutnya gugatan yang dibatalkan setelah bercerai masih belum dianggap final. Valen tetap mempertahankan perjanjian nikah yang dibuat bersama mendianh Hardi, sehingga mengklaim tak dapat dibatalkan.

    “Lalu didalam putusan 598/PK tidak menyebutkan harta bersamanya apa. Sita sah dan berharga yang mana. Tidak ada penetapannya. Karena saat ini sita Maritaal berganti Sita Jaminan yang mempunyai arti berbeda. Dan perjanjian nikah tidak dapat di batalkan oleh siapapun,” tandas Valen. (luc/ted)

    Reporter : Sabarudin

    Sumber : Berita Jatim

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan